Sikapi Aksi Massa Belitung Timur, PT TIMAH Utamakan Dialog dan K3

2 hours ago 1
Sikapi Aksi Massa Belitung Timur, PT TIMAH Utamakan Dialog dan K3 Aksi Massa penambang merusak hingga membakar Kantor Operasional PT Timah di Beltim Jumat (8/8).(Mi/Rendy)

PT TIMAH (Persero) Tbk merespons aksi massa yang berujung pada tindakan perusakan fasilitas perusahaan di Kabupaten Belitung Timur. Pihak manajemen menegaskan komitmennya untuk mengedepankan komunikasi terbuka dan dialog konstruktif guna menjaga kondusivitas di area operasional.

Corporate Secretary PT TIMAH (Persero) Tbk, Ruddy Nursalam, menyatakan perusahaan sangat memahami eratnya keterkaitan antara aktivitas pertambangan timah dengan kondisi sosial dan perekonomian masyarakat setempat. Oleh sebab itu, pendekatan melalui musyawarah menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi.

"PT TIMAH menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat. Bagi kami, komunikasi dan dialog merupakan pendekatan yang paling tepat untuk membangun kesepahaman serta menjaga situasi yang kondusif di wilayah operasional. Perusahaan menyesalkan kejadian perusakan yang menimbulkan kerugian bagi kita semua, Menyikapi hal tersebut Perusahaan akan terus berupaya dan berkoordinasi untuk mencari solusi dalam konteks kepentingan seluruh pihak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Ruddy.

Menanggapi insiden tersebut, PT TIMAH langsung mengaktifkan Rencana Tanggap Darurat (Emergency Response Plan) sebagai prosedur standar penanganan keadaan kahar (Force Majeure). Langkah-langkah mitigasi segera dijalankan, mulai dari evakuasi personel, pengamanan lokasi yang melibatkan aparat berwenang, hingga proses pemulihan bertahap guna mengamankan aset perusahaan. PT TIMAH memastikan seluruh karyawan berada dalam kondisi aman dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kendati demikian, dampak dari aksi massa tersebut masih memengaruhi jalannya operasional. Sebagian aktivitas penambangan di wilayah Belitung hingga saat ini masih terganggu dan belum dapat beroperasi secara normal.

“Hingga saat ini, kegiatan operasional di sebagian wilayah Belitung masih mengalami gangguan dan belum kembali berjalan secara normal. Perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sebelum operasional dapat dipulihkan secara penuh,” jelas Ruddy.

Sebelum insiden ini merebak, PT TIMAH mengeklaim telah melakukan serangkaian pertemuan dengan perwakilan penambang di Belitung Timur untuk menampung berbagai aspirasi. Perusahaan juga telah mengoperasikan kembali sejumlah stasiun pengumpul bijih timah di wilayah Belitung demi mendukung tata niaga yang legal, transparan, dan akuntabel.

Ruddy menegaskan bahwa keberlanjutan industri pertimahan nasional membutuhkan kepastian hukum dan tata kelola yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan.

"PT TIMAH berkomitmen menjalankan seluruh aktivitas operasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perusahaan juga memandang bahwa penguatan tata kelola pertimahan melalui regulasi yang jelas, konsisten, dan mampu memberikan kepastian bagi seluruh pelaku usaha merupakan salah satu prasyarat untuk mewujudkan tata kelola pertimahan nasional yang lebih tertib, transparan, dan berkelanjutan," tambahnya.

Manajemen berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan bersama-sama menjaga iklim investasi serta keamanan daerah.

“PT TIMAH berharap seluruh pihak dapat menjaga kondusifitas, mari terus memperkuat sinergi dalam membangun tata kelola pertimahan yang memberikan kepastian hukum dan kepastian berusaha,” tutup Ruddy. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |