Sidang Pleno AHWA Muktamar ke-35 NU Ditunda 8 Jam akibat Aksi Massa

3 weeks ago 24
Sidang Pleno AHWA Muktamar ke-35 NU Ditunda 8 Jam akibat Aksi Massa Lokasi Mukmatar ke-35 NU.(Dok. Antara)

SIDANG pleno penentuan sembilan anggota Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA) pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mengalami penundaan signifikan. Agenda yang seharusnya dimulai pada Minggu (30/8) pagi terpaksa molor hingga lebih dari tujuh jam akibat aksi unjuk rasa.

Kericuhan bermula ketika puluhan massa merangsek masuk dan menjebol pagar besi pengaman di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pesantren Tambakberas. Massa memprotes tidak lolosnya nama KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dalam bursa pemilihan Ketua Umum PBNU.

Berdasarkan informasi di lokasi, sidang yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB baru bisa dilanjutkan pada petang hari. "Ini sudah molor panjang dari jadwal yang disepakati," ujar salah satu peserta sidang di lokasi muktamar.

Dugaan Praktik Politik Uang

Aksi yang berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam di halaman gedung tersebut membawa sejumlah tuntutan. Massa mendesak untuk bertemu dengan Ketua Panitia Muktamar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), guna meminta klarifikasi terkait proses pencalonan yang dinilai tidak fair.

Koordinator aksi, Muhammad Sholihin, yang mengatasnamakan Aliansi Santri Gus Dur, menyatakan adanya dugaan kuat praktik politik uang dan cara-cara tidak terpuji yang sengaja dilakukan untuk menggagalkan pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Selain itu, mereka mengecam kebijakan pencabutan hak hadir bagi Greg Barton yang diduga atas perintah Rais Aam PBNU, KH Miftachul Achyar.

Pengamanan Diperketat

Meski sempat terjadi ketegangan saat massa menjebol barikade, benturan fisik antara pengunjuk rasa dengan ratusan personel keamanan dari Banser, Pagar Nusa, dan kepolisian berhasil dihindari. Massa akhirnya membubarkan diri setelah menduduki halaman GSG selama tiga jam.

Pasca-aksi, ratusan pasukan pengamanan gabungan langsung melakukan sterilisasi lokasi dengan sistem pagar betis di area sidang pleno. Pergerakan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin dan Ketua Umum Pagar Nusa Nabiel Harun, didampingi KH Abdul Rojak Shaleh (Gus Rozaq).

Hingga Minggu petang, situasi di lokasi Muktamar ke-35 NU dilaporkan telah kondusif. Para peserta sidang pleno mulai kembali memasuki ruangan untuk melanjutkan agenda pemungutan suara pemilihan anggota AHWA yang sempat tertunda. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |