Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela

3 weeks ago 25
Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela Presiden AS Donald Trump(AFP)

PRESIDEN Donald Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan pengelolaan minyak dengan Venezuela. Dalam perjanjian tersebut, AS mengamankan kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak di Venezuela melalui konsesi jangka panjang.

Langkah itu diambil guna menekan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) domestik di Amerika Serikat yang kini melampaui $4 per galon, dipicu oleh krisis energi global akibat konflik dengan Iran. Melalui usaha patungan (joint venture) baru, AS menguasai 55 persen hasil produksi minyak yang nantinya akan dialokasikan untuk mengisi Cadangan Minyak Strategis (SPR) serta memenuhi kebutuhan operasional militer AS.

"Atas arahan saya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Perang Pete Hegseth, bekerja sama erat dengan Presiden Sementara Venezuela yang Sangat Dihormati, Delcy Rodriguez, dan melalui kemitraan dengan bisnis swasta, telah mengamankan kendali mayoritas AS atas lebih dari 65 MILIAR BAREL cadangan minyak terbukti di Venezuela, tanpa mengeluarkan biaya dari Wajib Pajak Amerika," tulis Trump di media sosial.

Perang AS-Iran telah mengganggu seperlima pasokan minyak dunia selama enam bulan. Miliaran barel minyak dan bahan bakar dalam stok komersial telah lenyap. Cadangan darurat AS belum pernah sekecil itu sejak awal tahun 1980-an, dengan investor pasar obligasi dan pemilih yang mulai kehabisan kesabaran terhadap harga-harga yang tinggi.

"Transaksi Bersejarah Ini MENINGKATKAN LEBIH DARI DUA KALI LIPAT Cadangan Minyak Amerika, sangat meningkatkan Pasokan Minyak kita, dan akan secara substansial menurunkan Harga BBM bagi seluruh rakyat Amerika hingga jauh ke depan, sekaligus membantu menuntun Venezuela menuju Keberhasilan Luar Biasa dan Kemakmuran Besar," tulis Trump dalam unggahannya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai kemitraan yang saling menguntungkan. Bagi Venezuela, perjanjian ini diproyeksikan bakal mendatangkan investasi swasta hingga $100 miliar (sekitar Rp1.500 triliun) untuk memulihkan infrastruktur energi negara Amerika Selatan tersebut.

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan mengembalikan posisi Venezuela sebagai kekuatan energi dunia sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru. Kesepakatan ini menjadi kelanjutan dari reformasi undang-undang migas Venezuela yang mempermudah masuknya investasi asing, pasca-operasi militer AS yang melengserkan Nicolás Maduro pada awal tahun.

(CNN/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |