Ilustrasi(Magnific)
AIR kelapa menjadi salah satu minuman yang kerap dikonsumsi untuk menyegarkan tubuh, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Kandungan elektrolit seperti kalium, magnesium, dan natrium membuat minuman ini populer setelah berolahraga atau ketika tubuh kehilangan banyak cairan. Namun, konsumsi air kelapa tetap perlu dibatasi karena terlalu banyak justru dapat menimbulkan sejumlah efek samping.
Dilansir dari Cleveland Clinic, air kelapa mengandung elektrolit yang dapat membantu menggantikan mineral yang hilang dari tubuh. Kandungan tersebut membuat air kelapa dapat menjadi pilihan setelah melakukan aktivitas fisik. Meski demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sehari-hari.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikutip dari Healthline, satu cangkir atau sekitar 240 mililiter air kelapa tanpa pemanis mengandung sekitar 45 kalori, 9 gram karbohidrat, 6 gram gula, serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, dan natrium.
Kandungan tersebut membuat air kelapa dapat menjadi alternatif minuman yang relatif rendah kalori dibandingkan sejumlah minuman manis lainnya.
Jangan Berlebihan Minum Air Kelapa
Meski memiliki kandungan elektrolit, air kelapa tidak berarti aman dikonsumsi dalam jumlah tidak terbatas.
Dikutip dari Healthline, terlalu banyak mengonsumsi air kelapa dapat menyebabkan asupan kalium berlebih. Kondisi tersebut pada sebagian orang dapat memicu gangguan pencernaan, termasuk diare.
Healthline juga menyebut air kelapa mengandung FODMAP, yaitu kelompok karbohidrat rantai pendek yang pada sebagian orang dapat menarik air ke dalam usus dan menyebabkan gangguan pencernaan. Produk air kelapa kemasan dengan tambahan gula, pemanis, atau perasa juga berpotensi memperparah keluhan tersebut.
Selain gangguan pencernaan, konsumsi air kelapa dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kadar kalium dalam darah atau hiperkalemia. Berdasarkan laporan dari Healthline, pernah terdapat laporan kasus hiperkalemia setelah seseorang mengonsumsi beberapa porsi air kelapa dalam satu hari.
Perhatikan Kondisi Kesehatan
Cleveland Clinic mengingatkan orang dengan penyakit ginjal kronis untuk berhati-hati mengonsumsi air kelapa karena perlu membatasi asupan kalium. Hal serupa juga berlaku bagi orang yang mengonsumsi obat tertentu, seperti ACE inhibitor.
Karena itu, air kelapa sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak dijadikan pengganti air putih sepenuhnya. Memilih air kelapa tanpa tambahan gula serta menghindari beberapa porsi sekaligus dapat membantu mengurangi risiko efek samping. (Cleveland Clinic/Healthline/Z-2)








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)









