Sering Dianggap Sepele! 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Pemicu Utama Stroke

3 hours ago 2
Sering Dianggap Sepele! 3 Kebiasaan Ini Bisa Jadi Pemicu Utama Stroke ilustrasi(Magnific)

DI  tengah masih tingginya angka kasus penyakit stroke, para dokter spesialis jantung (kardiolog) mengimbau masyarakat luas untuk segera mengevaluasi serta menghentikan tiga kebiasaan harian yang sering kali dianggap sepele. Mayoritas kasus stroke diketahui berkaitan erat dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat diubah melalui perbaikan gaya hidup.

Peringatan ini menjadi kian krusial mengingat ancaman penyakit stroke dapat menyerang seseorang pada rentang usia berapa pun. Spesialis jantung, Dr. Samantha Benin, menekankan bahwa langkah pencegahan utama harus dimulai dengan memangkas kebiasaan buruk yang merusak sistem kardiovaskular dan pembuluh darah secara bertahap.

Tiga Kebiasaan Pemicu Stroke yang Harus Dihentikan

1. Terlalu Lama Duduk meski Rutin Berolahraga

Banyak orang merasa aman dari risiko gangguan jantung dan stroke karena telah berolahraga di pagi hari. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa duduk terus-menerus selama lebih dari empat jam di meja kerja atau di depan layar tanpa jeda tetap memicu kerusakan pembuluh darah. Para pakar menyarankan masyarakat untuk menyelingi aktivitas harian dengan berdiri atau berjalan kaki selama beberapa menit setiap satu jam sekali.

2. Mengonsumsi Alkohol Meski Hanya Sesekali

Mitos mengenai manfaat alkohol bagi kesehatan jantung kini makin terbantahkan oleh studi ilmiah terbaru. Konsumsi alkohol—termasuk pola minum berlebihan di akhir pekan—terbukti memicu tekanan darah tinggi serta gangguan irama jantung (atrial fibrilasi). Kebiasaan ini bahkan mencatatkan lonjakan risiko stroke hingga lebih dari 200 persen dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

3. Sering Menyantap Makanan Tinggi Garam

Sajian makanan di restoran maupun kedai cepat saji kerap mengandung natrium (garam) dalam jumlah sangat tinggi. Mengonsumsi porsi garam yang melebihi batas anjuran harian 2.300 miligram dalam sekali makan dapat memicu lonjakan tekanan darah secara mendadak. Jika dilakukan berulang, tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi (silent killer) akan merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko serangan stroke.

Langkah Pencegahan Tambahan

Selain menghentikan tiga kebiasaan di atas, para kardiolog merekomendasikan masyarakat untuk meningkatkan asupan serat harian yang bersumber dari buah, sayuran, dan biji-bijian guna menekan tingkat peradangan serta mengontrol kadar kolesterol tubuh.

Di samping itu, mengelola tingkat stres psikologis juga menjadi faktor kunci untuk mencegah pecahnya plak pada dinding pembuluh darah yang dapat memicu penyumbatan aliran darah ke otak. (Eatingwell/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |