Sering Buang Air Kecil di Usia 40-an, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

3 weeks ago 11
Sering Buang Air Kecil di Usia 40-an, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat ilustrasi(Magnific)

SEIRING bertambahnya usia, tubuh pria mengalami berbagai perubahan biologis, termasuk pada fungsi kelenjar prostat. Salah satu tandanya bisa berupa kebiasaan lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari. Keluhan tersebut dapat berkaitan dengan pembesaran prostat jinak yang lebih banyak ditemukan pada pria berusia lanjut.

Hiperplasia Prostat

Seiring bertambahnya usia, pria semakin berisiko mengalami benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Kondisi ini bukan kanker, tetapi prostat yang membesar dapat menekan uretra dan mengganggu aliran urine. BPH jarang menimbulkan gejala pada pria berusia di bawah 40 tahun dan semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia.

Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:

  • Sering merasa ingin buang air kecil, tetapi urine yang keluar hanya sedikit.
  • Aliran urine melemah atau sulit memulai buang air kecil.
  • Urine menetes setelah selesai buang air kecil.
  • Merasa kandung kemih belum benar-benar kosong setelah buang air kecil.

Meski begitu, sering buang air kecil tidak selalu disebabkan oleh pembesaran prostat. Keluhan serupa dapat muncul akibat masalah lain pada prostat atau saluran kemih.

Jika keluhan terus terjadi, semakin mengganggu, atau disertai kesulitan buang air kecil, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Mengatasi Hiperplasia Prostat

Penanganan benign prostatic hyperplasia (BPH) disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan seberapa besar keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan dapat berupa pemantauan, perubahan gaya hidup, obat-obatan, hingga tindakan operasi.

Beberapa pilihan penanganannya meliputi:

  • Pemantauan: Jika gejala masih ringan dan tidak terlalu mengganggu, dokter dapat menyarankan pemantauan rutin tanpa langsung memberikan obat atau melakukan operasi.
  • Perubahan gaya hidup: Mengurangi minum sebelum tidur atau bepergian, membatasi kafein dan alkohol, tidak menahan buang air kecil, serta mengosongkan kandung kemih dengan baik dapat membantu mengurangi keluhan.
  • Obat-obatan: Dokter dapat memberikan obat yang membantu melemaskan otot di sekitar prostat dan kandung kemih atau obat yang dapat memperlambat pertumbuhan maupun mengecilkan prostat. Seperti finasteride (Proscar), dutasteride (Avodart), doxazosin (Cardura) atau tadalafil (Cialis).
  • Operasi: Jika gejala semakin berat, obat tidak cukup membantu, atau muncul komplikasi, dokter dapat mempertimbangkan tindakan untuk mengurangi jaringan prostat yang menghambat aliran urine.

Pemilihan pengobatan sebaiknya dilakukan bersama dokter setelah melihat kondisi dan gejala masing-masing pasien. BPH juga tidak selalu membutuhkan operasi karena sebagian pria dengan keluhan ringan dapat ditangani melalui pemantauan dan perubahan kebiasaan.

(NIDDK/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |