Warga Gaza.(Al Jazeera)
SETIDAKNYA tiga warga Palestina dilaporkan tewas dan 15 lain luka-luka dalam serangkaian serangan yang dilancarkan pasukan Israel di berbagai titik di Jalur Gaza pada Senin (14/7). Serangan ini terjadi di tengah laporan terus berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang disepakati pada Oktober lalu.
Berdasarkan informasi dari sumber medis yang dikutip Al Jazeera, salah satu korban tewas merupakan seorang pria berusia 28 tahun bernama Osama Naim Shamlakh. Ia menjadi korban serangan pesawat nirawak (drone) Israel yang menyasar suatu sepeda motor di lingkungan Tal al-Hawa, selatan Kota Gaza. Serangan yang melibatkan dua rudal tersebut juga melukai sembilan warga sipil lain.
Serangan di Berbagai Titik Gaza
Selain di Tal al-Hawa, serangan terpisah terjadi di barat laut Kota Gaza. Pasukan Israel menargetkan pos polisi di dekat bundaran al-Tawam. Insiden ini melukai empat petugas, salah satunya Thaer Ramzi Fayyad, 36, kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya. Identitas korban tewas ketiga hingga saat ini masih belum dapat dikonfirmasi secara detail.
Eskalasi serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan dan tengah Gaza:
- Al-Mawasi, Khan Younis: Serangan udara menghantam tenda pengungsian warga Palestina. Para korban luka segera dilarikan ke Rumah Sakit Nasser.
- Az-Zawayda: Satu kendaraan di Jalan al-Rashid menjadi sasaran serangan, dengan korban dievakuasi ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah.
- Kamp Pengungsi Maghazi: Seorang pemuda mengalami luka ringan setelah serangan udara menghantam apartemen.
Di wilayah timur Jabalia dan kamp pengungsi Bureij, kendaraan militer Israel dilaporkan melepaskan tembakan ke arah permukiman warga, meski tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden spesifik tersebut.
Ekspansi Kontrol Wilayah
Di samping serangan fisik, militer Israel terus memperluas wilayah kendali mereka di dalam Gaza. Di lingkungan Shujayea, blok-blok beton yang menandai batas kontrol Israel telah dipindahkan hingga berjarak sekitar 200 meter dari Jalan Salah al-Din, rute utama yang menghubungkan utara dan selatan Gaza. Langkah ini memicu kekhawatiran besar bahwa warga Palestina yang melintasi jalan tersebut akan menjadi target penembakan.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata Oktober, Israel seharusnya berada di belakang garis demarkasi yang dikenal sebagai 'garis kuning' di bagian timur Gaza. Namun, fakta di lapangan menunjukkan ada pergeseran garis tersebut secara bertahap.
Data Dampak Pelanggaran Gencatan Senjata:
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah mengakibatkan 1.108 warga Palestina tewas dan 3.578 lain luka-lukas sejak kesepakatan tersebut dibuat. Secara total, sejak Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina telah gugur dalam konflik ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda pengurangan intensitas serangan dari pihak militer Israel di wilayah Palestina yang hancur tersebut. (I-2)

















































