Puing-puing bekas kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecmatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.(MI/Sugeng)
KEBAKARAN besar melanda kawasan Kampung Adat Cipta Mulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (25/7). Peristiwa ini mengakibatkan puluhan bangunan hangus terbakar dan puluhan warga kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 51 bangunan hangus dilalap si jago merah. Bangunan tersebut terdiri dari rumah tinggal warga dan lumbung padi (leuit) milik masyarakat adat setempat. Dampak dari musibah ini, sedikitnya 28 keluarga atau sekitar 89 jiwa terpaksa mengungsi.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa api berasal dari bangunan MCK umum yang dipicu oleh hubungan pendek arus listrik (korsleting). Api kemudian merambat dengan sangat cepat ke bangunan-bangunan di sekitarnya yang mayoritas bermaterial mudah terbakar.
Respons Cepat BPBD Jawa Barat
Menanggapi bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat langsung bergerak menuju lokasi. Tim BPBD Jabar dilaporkan telah tiba di lokasi kejadian pada Minggu (26/7) pagi dengan membawa berbagai bantuan logistik serta peralatan penanganan darurat.
Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan langkah-langkah strategis, di antaranya:
- Mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan darurat.
- Melakukan pemasangan tenda pengungsian bagi warga terdampak.
- Mengerahkan 1 mobil tangki air bersih.
- Menyediakan 1 mobil toilet portabel untuk mendukung kebutuhan sanitasi warga selama masa tanggap darurat.
Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu melibatkan BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat kewilayahan, serta unsur terkait lainnya. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar para korban.
Hingga saat ini, proses penanganan dan pendataan mendalam masih terus berlangsung. BPBD Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Sukabumi guna memastikan kebutuhan mendesak, seperti tenda pengungsian, pakaian (sandang), dan bahan pangan, dapat segera terpenuhi bagi seluruh warga yang terdampak musibah ini. (I-2)

















































