Para pemain timnas Senegal melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Afrika 2025.(AFP/SEBASTIEN BOZON )
PENGADILAN Arbitrase Olahraga (CAS) telah menetapkan tanggal persidangan terkait banding yang diajukan Senegal atas pencabutan gelar juara Piala Afrika 2025. Berdasarkan jadwal terbaru, sidang tersebut akan digelar pada 8 Oktober mendatang di markas besar CAS di Lausanne, Swiss.
Sengketa ini bermula dari keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang membatalkan kemenangan timnas Senegal di partai final yang berlangsung Januari lalu. Dalam laga tersebut, Senegal sebenarnya berhasil mengalahkan tuan rumah timnas Maroko dengan skor 1-0 melalui gol Pape Gueye di babak perpanjangan waktu.
Kronologi Insiden Final
Pertandingan final tersebut diwarnai drama besar saat memasuki masa injury time babak kedua. Ketika skor masih imbang 0-0, wasit memberikan penalti kepada Maroko. Keputusan ini memicu protes keras dari kubu Senegal yang berujung pada aksi walk-off atau meninggalkan lapangan oleh para pemain Senegal.
Setelah pertandingan terhenti selama kurang lebih 17 menit, para pemain Senegal akhirnya bersedia kembali ke lapangan. Penalti yang dieksekusi oleh bintang Maroko, Brahim Diaz, berhasil diselamatkan oleh kiper Senegal. Laga kemudian berlanjut ke babak tambahan, di mana Pape Gueye mencetak gol kemenangan bagi Senegal.
Keputusan Kontroversial CAF
Meski Senegal merayakan kemenangan di lapangan, CAF kemudian mengeluarkan keputusan yang mengejutkan. Otoritas sepak bola Afrika tersebut menilai Senegal telah melakukan pelanggaran serius karena sempat meninggalkan lapangan (forfeit).
Sebagai konsekuensinya, CAF membatalkan hasil pertandingan dan memberikan kemenangan WO (walkover) 3-0 kepada Maroko, sekaligus menobatkan tuan rumah sebagai juara.
Tidak terima dengan keputusan tersebut, Senegal mengajukan banding resmi ke CAS pada 25 Maret. Mereka menuntut agar keputusan CAF dibatalkan dan status mereka sebagai juara turnamen dipulihkan.
Prosedur Sidang Tertutup
Sidang yang dijadwalkan pada 8 Oktober ini akan mengikuti lini masa standar karena CAF dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko (FRMF) tidak menyetujui permintaan untuk mempercepat prosedur (expedite). Selain itu, sidang dipastikan akan berlangsung secara tertutup.
Berdasarkan pernyataan resmi CAS, kerahasiaan sidang ini karena pihak CAF maupun FRMF tidak mengajukan permintaan agar persidangan dibuka untuk umum. CAS juga menegaskan bahwa keputusan final tidak akan langsung diumumkan pada hari persidangan tersebut.
Poin Kunci Sengketa Senegal vs Maroko:
- Hasil Lapangan: Senegal 1-0 Maroko (Extra Time).
- Keputusan CAF: Maroko menang 3-0 (Senegal dianggap forfeit).
- Alasan Sanksi: Aksi walk-off pemain Senegal selama 17 menit saat insiden penalti.
- Jadwal Sidang CAS: 8 Oktober di Lausanne, Swiss.
Dunia sepak bola Afrika kini menanti apakah trofi bergengsi tersebut akan tetap berada di tangan Maroko atau kembali ke pelukan Senegal melalui jalur hukum di Lausanne. (bbc/Z-1)

















































