Semakin Kering, Puluhan Karhutla telah Terjadi di Majalengka

3 weeks ago 24
Semakin Kering, Puluhan Karhutla telah Terjadi di Majalengka Petugas Pemadam Kebakaran di Kabupaten Majalengka melakukan upaya pemadaman karhutla(MI/NURUL HIDAYAH)

PULUHAN peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di Kabupaten Majalengka. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

 “Puluhan kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di Kabupaten Majalengka. Mulai Januari 2026 hingga 24 Agustus 2026 telah  terjadi sebanyak 49 kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Majalengka," tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, Minggu (30/8).

Terbaru, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Blok Cirahayu RT.001 RW 001, Desa Baribis, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jumat (28/8) sekitar pukul 17.40 WIB.  

Agus meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau ini. Terlebih saat ini tengah memasuki puncak musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang.

“Dengan cuaca yang semakin kering, api kecil sekali pun bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tandasnya.

Sementara itu  Wawan Suryawan, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama pada Bidang Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka menjelaskan pihaknya menerima laporan terjadinya kebakaran lahan pada Jumat (28/8) sekitar pukul 17.40 WIB di Blok Cirahayu RT.001 RW 001, Desa Baribis, Kecamatan Cigasong.

“Petugas kami dibantu instansi terkait lainnya segera meluncur ke lokasi kejadian,” tuturnya.

Api dapat dipadamkan sekitar pukul 19.45 WIB. Namun petugas tetap melakukan proses pendinginan agar tidak tersisa bara api yang bisa menyebabkan terjadinya lagi kebakaran lahan.

“Lahan yang terbakar luasnya mencapai sekitar 3,5 hektare. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran lahan itu. Penyebab kebakaran diperkirakan akibat human error," tambahnya.


AWAS KEKERINGAN


Sebelumnya wilayah Ciayumajakuning yang terdiri dari Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) telah berstatus Awas kekeringan yang ditetapkan BMKG Stasiun Klimatologi Bogor. Kondisi itu berlaku mulai 21  Agustus hingga 31 Agustus 2026.

“Status Awas pada informasi kekeringan meteorologis BMKG berarti wilayah Ciayumajakuning mengalami indikasi kekeringan yang sudah serius,” tutur Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Muhammad Syifaul Fuad.

Kondisi tersebut dikarenakan hari tanpa hujan yang tercatat di Stasiun Meteorologi Kertajati dan Jatiwangi mencapai lebih dari 50 hari.

“Namun bukan berarti seluruh masyarakat di Wilayah Ciayumajakuning pasti mengalami krisis air. Melainkan risiko dampaknya sudah tinggi dan perlu tindakan antisipasi,” tambahnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |