Sejumlah Produk Pangan di GPM Laris Diminati Masyarakat

2 weeks ago 8
Sejumlah Produk Pangan di GPM Laris Diminati Masyarakat Wali Kota Cirebon, Effendi Edo melihat dari dekat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.(MI/NURUL HIDAYAH)

SEJUMLAH komoditas habis diborong masyarakat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Cirebon.

GPM digelar di Lapangan Kesambi Dalam, Kelurahan Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Kamis (3/9). Salah satu produk pangan yang ramai diborong masyarakat yaitu komoditas daging sapi.

"Saya hari ini bawa stok 30 kilo, habis," kata Eka seorang pedagang di GPM tersebut.

Bahkan, lanjutnya, dirinya sampai mengambil kembali stok daging sapi dan kembali habis dibeli masyarakat yang datang ke GPM tersebut.

“Daging sapi harga normalnya Rp160 ribu per kilogram tapi disini karena dapat subsidi hanya dijual Rp130 ribu per kilogram,” tandasnya.

Adanya perbedaan harga yang cukup tinggi membuat produk daging sapi pun ramai dibeli masyarakat. Selain itu produk pangan yang banyak dibeli yaitu ayam potong yang dijual Rp35 ribu per kilogram padahal harga di pasaran mencapai Rp38 ribu per kilogram. Ada pula beras premium yang dijual Rp 74.500 ukuran 5 kg dan produk lainnya.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo menjelaskan sejumlah komoditas seperti daging ayam, beras dan lainnya mengalami  sedikit kenaikan harga. “Tapi masih kita jaga, salah satunya melalui GPM ini,” tuturnya.

Menurut dia, selisih harga antara GPM dan pasar menjadi salah satu indikator penting manfaat kegiatan tersebut bagi masyarakat. Seperti ayam, komoditas yang di pasar dijual sekitar Rp38 ribu, dalam kegiatan GPM dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp35 ribu.

Edo juga menepis anggapan bahwa kegiatan GPM sepi hanya karena aktivitas pembeli tidak terlihat seperti pasar tradisional.

"Ini kan tidak seperti layaknya pasar umum ya atau pasar tradisional. Kadang-kadang mereka kalau sudah membeli kebutuhannya sudah dapat, mereka langsung pulang. Jadi kelihatannya sepi," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa ketersediaan komoditas dari mulai minyak goreng, beras dan komoditas lainnya cukup banyak.

"Bahkan penjual ayam tadi pagi jam 7 itu dia bawa 100 kilogram, sekarang sudah habis," jelasnya.  

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa harga di pasar dengan harga jual komoditas pangan di GPM selisihnya jauh berbeda.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |