Samarinda Juara 1 Creative Financing dan Pengendalian Inflasi dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

4 hours ago 1

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, tidak bisa serampangan menerapkan kebijakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mencari cara dan fokus memperkuat sumber pendapatan dari internal.

6 Mei 2026 | 21.56 WIB

(Kedua kanan) Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk kategori Pengendalian Inflasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Kota Samarinda menduduki peringkat pertama dalam kategori Pengendalian Inflasi dan juara satu juga untuk kategori Creative Financing, serta mendapatkan insentif fiskal masing-masing sebesar Rp 3 miliar. Dok. TEMPO

Perbesar

(Kedua kanan) Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan penghargaan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk kategori Pengendalian Inflasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Kota Samarinda menduduki peringkat pertama dalam kategori Pengendalian Inflasi dan juara satu juga untuk kategori Creative Financing, serta mendapatkan insentif fiskal masing-masing sebesar Rp 3 miliar. Dok. TEMPO

INFO TEMPO – Pemerintah Kota Samarinda mencatatkan prestasi menonjol dengan meraih posisi teratas dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan. Pemkot Samarinda menduduki posisi teratas dalam dua kategori sekaligus, yakni Entrepreneur Government/Creative Financing dan Pengendalian Inflasi.Pencapaian dalam dua kategori itu mendapat ganjaran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang berlangsung di Balikpapan, pada Selasa malam, 5 Mei 2026. Apresiasi ini menegaskan keberhasilan strategi pembiayaan inovatif dan pengendalian ekonomi yang dikembangkan di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun."Bagi kami penghargaan ini surprise. Kaget. Kami tidak menyangka mendapat dua penghargaan," kata Andi Harun. "Kami mempersembahkan penghargaan ini untuk masyarakat, rekan-rekan, dan jajaran Pemerintah Kota Samarinda karena kita tidak bisa sampai di titik ini kalau bukan karena kerja bersama."Dalam menerapkan strategi creative financing, Wali Kota Andi Harun mengatakan, tidak bisa serampangan menerapkan kebijakan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Kami mencari cara dan fokus memperkuat sumber internal, salah satunya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)," kata Andi Harun seusai menerima penghargaan sekaligus insentif dari Kementerian Dalam Negeri.Selama ini, menurut dia, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di banyak daerah masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Insentif Fiskal (DIF). Namun, Pemkot Samarinda memilih memperkuat kemandirian fiskal dengan mengoptimalkan sumber-sumber internal, terutama melalui peningkatan PAD.Andi Harun menjelaskan, salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah merevitalisasi BUMD. Jika sebelumnya BUMD kerap dianggap membebani keuangan daerah, dalam beberapa tahun terakhir dilakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari tata kelola hingga orientasi bisnis. Hasilnya, BUMD kini mulai memberikan kontribusi nyata terhadap PAD.Tak hanya BUMD, optimalisasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) juga menjadi pilar penting dalam menyumbang pendapatan daerah. Surplus yang dihasilkan sejumlah BLUD dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan sektor lain, sehingga menciptakan efek pengungkit bagi pembangunan lintas bidang. Pada level yang lebih luas, Samarinda juga mengembangkan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) serta pemanfaatan aset daerah secara produktif. Pendekatan ini membuka ruang investasi tanpa harus menambah beban langsung pada APBD.Lantaran menyabet posisi teratas untuk dua kategori, Pemkot Samarinda berhak atas insentif fiskal dengan nilai total Rp 6 miliar. Wali Kota Andi Harun mengatakan, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai sektor pelayanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan, sejalan dengan prioritas nasional. Dengan penghargaan ini, Wali Kota Andi Harun berharap seluruh jajaran semakin bersemangat dalam menjalankan program-program yang telah ditetapkan. "Apresiasi ini membuat kami bangga karena program kami dinilai bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemerintah berkomitmen memberikan penghargaan konkret kepada daerah berprestasi. Melalui Kementerian Dalam Negeri, pemerintah menyiapkan alokasi insentif fiskal hingga Rp 1 triliun guna mendorong kinerja pemerintah daerah. Melalui kompetisi ini, pemerintah berharap lahir lebih banyak inovasi untuk kemajuan daerah. (*)

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tempo

Gula-gula Demo Buruh

PODCAST REKOMENDASI TEMPO

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |