Iran Tolak Gencatan Senjata, Ingin Perang Berakhir Total

10 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Iran menegaskan tidak tertarik pada opsi gencatan senjata dalam konflik yang tengah berlangsung. Sebaliknya, Teheran menginginkan penghentian perang secara menyeluruh dan permanen.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negaranya tidak percaya pada mekanisme gencatan senjata karena dinilai hanya bersifat sementara dan berpotensi memicu konflik kembali di kemudian hari.

"Kami tidak mencari gencatan senjata karena kami tidak ingin skenario ini terulang lagi setelah beberapa waktu. Kami ingin perang berhenti sepenuhnya dan selamanya. Kami tidak percaya pada gencatan senjata, kami percaya pada berakhirnya perang," ujar Araghchi, Rabu, mengutip media Sputnik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap keras Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Teheran menilai solusi jangka pendek seperti gencatan senjata tidak cukup untuk menjamin stabilitas jangka panjang.

Dalam kesempatan yang sama, Araghchi juga menyinggung soal ketahanan sistem politik Iran, menyusul wafatnya Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani.

Ia menegaskan struktur politik Iran tetap berjalan normal dan mampu beradaptasi dengan cepat dalam situasi krisis. Pengganti pejabat yang wafat, kata dia, dapat segera ditunjuk tanpa mengganggu jalannya pemerintahan.

"Sistem politik Iran adalah struktur yang sangat kuat. Sistem tetap berjalan, dan pengganti segera ditemukan. Jika seseorang terbunuh, hal yang sama akan terjadi. Jika menteri luar negeri terbunuh, pada akhirnya akan ada yang menggantikannya," ujar Araghchi.

Lebih lanjut, Iran juga menyoroti pentingnya pembaruan kesepakatan terkait jalur strategis global, yakni Selat Hormuz. Araghchi menilai diperlukan aturan baru untuk menjamin keamanan dan kelancaran navigasi kapal di wilayah tersebut.

Selain itu, ia membuka peluang keterlibatan pihak ketiga sebagai mediator dalam meredakan konflik di Timur Tengah. Menurutnya, sejumlah negara, termasuk China, memiliki kapasitas untuk memainkan peran tersebut.

Araghchi menilai China memiliki rekam jejak positif dalam memediasi hubungan Iran dengan Arab Saudi sebelumnya, yang menghasilkan kesepakatan penting antara kedua negara.

"Menurut saya, beberapa negara dapat bertindak sebagai perantara, termasuk China. China berhasil dan secara positif memediasi antara Iran dan Arab Saudi, dan saya yakin kedua negara mematuhi kesepakatan tersebut," kata dia.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa di tengah sikap keras menolak gencatan senjata, Iran tetap membuka ruang diplomasi melalui jalur mediasi internasional untuk mencapai akhir konflik yang lebih permanen.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |