Palang Merah China salurkan 200 ribu dolar AS untuk korban perang Iran

3 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Palang Merah China memberikan bantuan senilai 200 ribu dolar AS untuk korban perang di Iran khususnya bagi para orang tua yang anak-anaknya tewas dalam serangan ke sekolah putri di kota Minab, Iran selatan.

"Palang Merah China telah memutuskan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan darurat senilai 200.000 dolar AS kepada Bulan Sabit Merah Iran, berupa dana khusus untuk membantu para orang tua yang berduka," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Jumat.

Wakil Menteri Warisan Budaya dan Pariwisata Iran Ali Darabi sebelumnya mengatakan pemerintahnya akan menjadikan sekolah putri Shajarah Tayyebeh, yang dibom di kota Minab, provinsi Hormozgan, Iran selatan, sebagai monumen peringatan untuk para korban agresi AS-Israel.

Sekolah tersebut terkena serangan pada hari pertama Operasi Epic Fury gabungan AS-Israel yaitu pada 28 Februari 2026. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan setidaknya 171 siswi tewas.

The New York Times kemudian melaporkan bahwa sekolah tersebut terkena rudal Tomahawk AS.

"China mengecam segala bentuk serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan sasaran non-militer. Serangan terhadap sekolah, dan khususnya tindakan yang membahayakan anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta melanggar prinsip-prinsip dasar nurani kemanusiaan," ungkap Guo Jiakun.

China, kata Guo Jiakun, turut berduka cita sedalam-dalamnya atas nasib para siswa dari Sekolah Dasar Shajarah Tayyebeh di Provinsi Hormozgan, Iran, dan menyampaikan simpati yang tulus kepada keluarga mereka.

"China senantiasa siap untuk terus memberikan bantuan yang diperlukan kepada Iran, dengan semangat kemanusiaan, guna membantu rakyat Iran melewati masa-masa sulit ini," tambah Guo Jiakun.

Guo Jiakun menyebut China sangat prihatin atas ketegangan yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah.

"China berpandangan bahwa kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah setiap negara harus dihormati dan tidak boleh dilanggar; China juga mengecam segala bentuk serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan sasaran non-militer," ungkap Guo Jiakun.

Seluruh pihak, ungkap Guo Jiakun, harus segera menghentikan operasi militer, kembali ke jalur dialog dan negosiasi sesegera mungkin, menghindari eskalasi situasi yang sedang berlangsung, serta mencegah konflik tersebut meluas dan merembet ke wilayah lain.

AS dan Israel melancarkan serangan brutal terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan berbagai kerusakan, serta menewaskan banyak korban sipil, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan 1.300 orang lainnya, termasuk beberapa pejabat tinggi Iran.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Irak, serta negara-negara Teluk yang terdapat lokasi aset militer milik Amerika Serikat.

AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan "pencegahan" tersebut diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas tujuannya bahwa mereka ingin melihat penggantian kekuasaan di Iran.

Meski Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pasukannya sudah menghancurkan militer Iran dengan menyebut Angkatan Laut (AL) Iran sudah tidak ada tapi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Kamis (12/1), mengeklaim AL mereka telah menyerang pangkalan Armada Kelima AS di Pelabuhan Mina Salman, Bahrain, dengan rudal dan drone.

Mereka menambahkan, pihaknya telah melakukan serangan presisi menggunakan drone kamikaze serta rudal jelajah dan balistik terhadap sejumlah target musuh, antara lain sebuah sistem anti-drone dan gudang kendaraan bawah air kendali jarak jauh.

Selain itu, Komando Pusat AS mengatakan satu pesawat pengisian bahan bakar AS, KC-135, jatuh di Irak barat.

Otoritas Irak pada Kamis juga mengatakan bahwa dua kapal tanker minyak diserang di dalam perairan teritorial Irak, yang menyebabkan penangguhan operasi di terminal minyak negara tersebut.

Angkatan Bersenjata Iran pun menegaskan bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz yang strategis dan tidak akan mengizinkan AS maupun negara-negara yang terlibat dalam serangan baru-baru ini terhadap Iran untuk melintasi jalur perairan vital tersebut.

Iran sebelumnya juga mengumumkan telah menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang berasal dari negara yang terkait dengan serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute maritim paling penting di dunia bagi pengiriman energi global.

Karena peningkatan krisis energi global, AS pun mengizinkan penjualan minyak mentah Rusia serta produk minyak bumi yang telah dimuat ke kapal hingga Kamis (12/3).

Baca juga: RI intensifkan diplomasi demi keselamatan kapal di Selat Hormuz

Baca juga: Kemlu: Pencarian 3 WNI hilang di Selat Hormuz masih berlanjut

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |