China ajak Australia perkuat multilateralisme global

15 hours ago 5

Beijing (ANTARA) - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengajak Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong untuk mendukung multilateralisme dalam putaran kedelapan Dialog Diplomatik dan Strategis China-Australia di Beijing pada Rabu (29/4).

"China dan Australia seharusnya berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dan di pihak multilateralisme, bersama-sama menjaga sistem perdagangan bebas global serta stabilitas dan kelancaran rantai industri dan pasokan, memainkan peran konstruktif dalam penyelesaian politik isu-isu panas internasional, serta mendorong pembentukan sistem tata kelola global yang lebih adil dan rasional," kata Menlu Wang Yi dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses ANTARA, Kamis.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kementerian luar negeri kedua negara telah bersama-sama melakukan upaya positif untuk mendorong pemulihan dan perkembangan hubungan China-Australia ke arah yang lebih baik. Dialog strategis diplomatik telah memainkan peran aktif dalam meningkatkan saling percaya, mengurangi perbedaan, dan mendorong kerja sama," tambah Wang Yi.

Saat ini, situasi internasional dipenuhi dengan perubahan dan kekacauan yang saling terhubung dengan faktor ketidakstabilan dan ketidakpastian yang meningkat secara belum pernah terjadi sebelumnya.

China, ungkap Wang Yi, bersedia bekerja sama dengan pihak Australia untuk melaksanakan konsensus penting para pemimpin kedua negara, memperkuat komunikasi dan koordinasi, memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan, mengonsolidasikan momentum positif hubungan bilateral, serta benar-benar mewujudkan kemitraan strategis komprehensif demi memberikan kepastian bagi kawasan dan dunia.

"Pertukaran antarmasyarakat antara China dan Australia juga sejalan dengan kepentingan kedua pihak, dan pemerintah kedua negara perlu melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat untuk meningkatkan saling pengertian. Kami berharap Australia secara nyata menjamin keselamatan serta hak dan kepentingan sah warga China," ungkap Wang Yi.

Selain itu, Wang Yi menyebut kerja sama antara Tiongkok dan negara-negara kepulauan Pasifik yang merupakan negara tetangga terdekat Australia berpegang pada prinsip saling menghormati dan kesetaraan, serta bertujuan mendorong pembangunan negara-negara tersebut, tanpa menargetkan pihak ketiga.

"Australia seharusnya memandang hal ini secara objektif dan rasional," tambah Wang Yi.

Kemudian sebagai ketua bergilir APEC, China akan bekerja sama dengan semua pihak termasuk Australia untuk mengaktifkan kembali dan merevitalisasi proses komunitas Asia-Pasifik serta memberikan kontribusi lebih besar bagi kerja sama kawasan.

Wang Yi juga menjelaskan secara mendalam posisi China terkait isu Taiwan, dengan menekankan bahwa tidak akan pernah diizinkan siapa pun memisahkan Taiwan dari China.

"Kunci untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan adalah dengan tegas menentang 'kemerdekaan Taiwan'," ungkap Wang Yi.

Sementara Penny Wong menyatakan Australia berkomitmen untuk mengembangkan hubungan dengan China dan bersedia berkomunikasi secara terbuka, meningkatkan pemahaman, memperkuat kerja sama, serta menangani perbedaan secara tepat.

"Australia berpegang pada kebijakan satu China, tidak mendukung 'kemerdekaan Taiwan', dan berharap isu Taiwan dapat diselesaikan secara damai," kata Penny Wong.

Ia pun menyebut ekonomi Australia dan China sangat saling melengkapi, dan kerja sama erat di bidang perdagangan serta sektor lainnya bermanfaat bagi pembangunan kedua negara serta sejalan dengan kepentingan bersama.

"Australia secara aktif mendukung China sebagai tuan rumah Pertemuan Informal para pemimpin APEC. Negara-negara kepulauan Pasifik juga bukan 'halaman belakang' negara mana pun maka kami tidak menolak negara mana pun untuk bekerja sama dalam mendukung pembangunan negara-negara tersebut," jelas Menlu Penny.

Sebagai negara besar dunia, Penny menyebut China memainkan peran yang tidak tergantikan dalam penyelesaian isu-isu internasional penting.

"Australia tidak mendukung terbentuknya sistem internasional yang tak adil yang didasarkan pada dominasi dan subordinasi, serta bersedia bekerja sama dengan China untuk menjaga aturan internasional, memastikan keamanan energi, serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia," demikian disebutkan.

Menlu Wang Yi dan Penny Wong juga berdiskusi mengenai situasi di Timur Tengah dan isu-isu lainnya.

China diketahui merupakan mitra dagang dua arah terbesar Australia, yang menyumbang 24 persen dari perdagangan barang dan jasa pada 2024-2025 senilai total 309 miliar dolar AS. Ekspor barang dan jasa Australia ke China mencapai 189 miliar dolar AS pada 2024-2025 atau 29 persen dari ekspor barang dan jasa Australia.

China juga menempati posisi sebagai investor asing kedelapan terbesar di Australia dengan nilai investasi asing 36 miliar dolar AS pada akhir 2024 dengan sasaran investasi sektor pertambangan, infrastruktur dan kesehatan. Sementara nilai investasi Australia di China adalah 2 miliar dolar AS pada akhir 2024.

Australia juga tetap menjadi salah satu tujuan populer bagi mahasiswa China yang ingin belajar ke luar negeri. China terus menjadi sumber mahasiswa luar negeri terbesar bagi Australia.

Namun, Australia memiliki pakta keamanan trilateral bersama Inggris dan Amerika Serikat yang disebut AUKUS sejak 15 September 2021.

Berdasarkan pakta tersebut, AS dan Inggris akan membantu Australia untuk mengembangkan dan mengerahkan kapal-kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia, selain mengerahkan militer barat di kawasan Pasifik.

Pemerintah China sejak lama menentang AUKUS dan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir di kawasan Pasifik.

Baca juga: Menlu Australia akan kunjungi China

Baca juga: China kritik komitmen Trump soal kapal selam nuklir dalam pakta AUKUS

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |