KBRI Beijing undang swasta dari provinsi Hunan berbisnis di Indonesia

3 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mengundang berbagai perusahaan swasta dari provinsi Hunan untuk berbisnis di Indonesia.

"Sebagai salah satu pusat konstruksi di China, teknologi dan keahlian Hunan melalui berbagai industrinya telah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Acara hari ini pun bertujuan agar rekan-rekan dapat mengetahui peluang-peluang baru di Indonesia, sekaligus memperoleh wawasan para pelaku utama dalam kerja sama ekonomi Indonesia–China," kata Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongola Djauhari Oratmangun di Changsha, Hunan pada Selasa.

Dubes Djauhari menyampaikan hal tersebut dalam acara "Indonesia – China Business Dialogue" yang diselenggarakan KBRI Beijing bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing dan dihadiri sekitar 200 pengusaha baik dari China maupun Indonesia.

"Pertumbuhan investasi dari China mencerminkan kepercayaan kuat komunitas bisnis China terhadap Indonesia. Investasi yang berasal dari Hunan ke Indonesia mendekati 2,5 miliar dolar AS pada 2025 Sementara itu, volume perdagangan antara provinsi Hunan dan Indonesia mencapai 3,4 miliar dolar AS, jumlah itu bahkan lebih besar dibandingkan perdagangan dengan beberapa negara di Eropa Barat," ungkap Dubes Djauhari.

Secara total, nilai perdagangan Indonesia-China pada 2025 mencapai 167,48 miliar dolar AS dengan ekspor dari Indonesia meningkat sebesar 16,7 persen sedangkan investasi dari China daratan dan Hong Kong ke Indonesia mencapai 18,1 miliar dolar AS.

"Dalam beberapa tahun terakhir, investasi China telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan Indonesia seperti proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung, pengembangan ekosistem kendaraan listrik dari hilirisasi mineral hingga produksi baterai, serta kerja sama dalam transisi energi," ungkap Dubes Djauhari.

Walaup pelaksanaan proyek-proyek tersebut tidak terlepas dari berbagai tantangan, Dubes Djauhari menyebut pemerintah Indonesia tetap berkomitmen kuat untuk terus melangkah maju.

"Melalui setiap tahap kerja sama, kemitraan kita terus berkembang menjadi semakin kuat dan tangguh. Ketangguhan ini sangat penting ketika kita menghadapi lingkungan global yang semakin tidak pasti," tambah Dubes Djauhari.

Sementara Direktur Jenderal Kantor Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Hunan Guo Ning mengatakan dalam beberapa tahun terakhir kunjungan pejabat provinsi Hunan dan Indonesia semakin banyak sementara kerja sama ekonomi dan perdagangan semakin erat.

Guo Ning mencontohkan pada 2023, Gubernur Hunan Mao Weiming memimpin delegasi berkunjung ke Indonesia dan sebagai balasannya, Kementerian Kesehatan Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta kementerian yang membidangi urusan pangan dan lembaga-lembaga lain mengirim delegasi ke Hunan.

Sedangkan berdasarkan data bea cukai Provinsi Hunan, pada 2025, total nilai impor dan ekspor Hunan dengan Indonesia mencapai 23,17 miliar RMB (sekitar 3,36 miliar dolar AS) atau meningkat 30,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Indonesia kini telah mantap menjadi salah satu mitra dagang terpenting Hunan di kawasan ASEAN. Hal ini sepenuhnya membuktikan ketahanan pasar kedua negara serta potensi besar yang dimiliki, dan itu juga tercermin dari lebih dari 130 perusahaan Hunan yang hadir pada forum hari ini," kata Guo Ning.

Ia pun mengusulkan empat hal untuk meningkatkan hubungan ekonomi Hunan dan Indonesia yaitu pertama memperdalam sinergi industri Hunan-Indonesia.

Peserta "Indonesia – China Business Dialogue" berfoto bersama dengan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun dan pejabat terkait lainnya di Changsha, provinsi Hunan, China, Selasa (10/3/2026). ANTARA/HO-KBRI Beijing/aa.

"Kami juga mengundang perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memperkuat keterkaitan industri dengan perusahaan Hunan, bersama-sama mengembangkan pasar, dan membangun pola kerja sama industri lintas negara yang saling menguntungkan dengan memadukan sumber daya Indonesia dan teknologi Hunan," tambah Guo Ning.

Kedua, integrasi pertanian modern mengingat Hunan unggul di bidang padi hibrida dan mesin pertanian modern yang dapat membantu Indonesia meningkatkan kapasitas produksi pangan, sekaligus mendorong lebih banyak produk pertanian unggulan Indonesia masuk ke pasar Hunan.

Ketiga, memperkuat pengembangan tenaga terampil.

"Seiring bertambahnya proyek perusahaan Hunan di Indonesia, kebutuhan akan tenaga teknis lokal semakin besar. Hunan bersedia memanfaatkan keunggulan pendidikan vokasi untuk membantu Indonesia membina tenaga terampil berkualifikasi tinggi secara khusus sesuai kebutuhan di bidang energi baru dan otomasi," tambah Guo.

Keempat, memperluas pertukaran antarmasyarakat dan mempererat hubungan antarrakyat terlebih pada bulan Desember 2025, Changsha telah membuka rute penerbangan langsung ke Jakarta.

"Pembukaan rute ini juga didorong oleh kebutuhan kuat dari perusahaan-perusahaan Hunan yang berinvestasi di Indonesia, sehingga pemerintah provinsi kami memfasilitasi pembukaan penerbangan tersebut. Kehadiran rute ini sangat memudahkan mobilitas masyarakat," ungkap Guo.

Forum dialog itu dilakukan juga seminar yang menghadirkan panelis yang punya kaitan langsung dengan cara-cara berbisnis di Indonesia serta penandatanganan kerja sama antara perusahaan baterai lithium CNGR asal Hunan dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) serta "one-on-one session" yang mempertemukan pemangku kepentingan dari Indonesia dan provinsi Hunan.

Baca juga: KBRI Beijing ingin perbanyak mahasiswa Indonesia belajar STEM di Hunan

Baca juga: KBRI Beijing beri layanan konsuler dan buka puasa bersama WNI Changsha

Baca juga: KBRI Beijing jajaki kerja sama bidang pertanian dengan provinsi Hunan

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |