Rybakina Cetak Sejarah, Rebut Posisi Nomor Satu Dunia

5 hours ago 2
Rybakina Cetak Sejarah, Rebut Posisi Nomor Satu Dunia Elena Rybakina menyingkirkan juara Olimpiade Paris 2024, Zheng Qinwen, dalam pertarungan tiga set di perempat final, Rabu (9/9) malam WIB.(Instagram/@lenarybakina)

ELENA Rybakina memastikan sejarah baru dalam kariernya setelah melaju ke semifinal AS Terbuka. Petenis Kazakhstan itu untuk pertama kalinya akan menempati peringkat satu dunia menggusur Aryna Sabalenka dari posisi teratas usai memastikan tiket empat besar AS Terbuka.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Elena Rybakina menyingkirkan juara Olimpiade Paris 2024, Zheng Qinwen, dalam pertarungan tiga set di perempat final AS Terbuka Rabu (9/9) malam WIB. Hasil itu sekaligus membuka jalan bagi Rybakina untuk kembali mengejar gelar Grand Slam ketiganya.

Meski pencapaian sebagai petenis nomor satu dunia menjadi tonggak penting, Rybakina tidak ingin terlalu lama merayakannya. Fokusnya kini tertuju pada pertandingan semifinal melawan unggulan keempat sekaligus mantan juara AS Terbuka, Coco Gauff, pada Jumat (11/9).

"Ini tentu sangat berarti. Ini pencapaian besar, dan saya rasa Anda akan semakin menghargainya ketika karier sudah berakhir," kata Rybakina.

"Namun, sekarang saya masih harus terus melangkah. Saya masih ingin memenangkan gelar di turnamen-turnamen yang saya ikuti. Jadi, seluruh pikiran saya hanya tertuju pada pertandingan berikutnya," lanjutnya.

Elena Rybakina memahami kesempatan untuk merebut gelar Grand Slam tidak selalu datang dengan mudah. Ia telah mengoleksi dua gelar major, yakni Wimbledon 2022 dan Australia Terbuka 2026.

Gelar di Melbourne pada Januari lalu menjadi Grand Slam keduanya, empat tahun setelah ia meraih trofi pertamanya di Wimbledon. Kini, Rybakina hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menambah koleksi major tersebut.

Perjalanan menuju semifinal AS Terbuka tahun ini juga menjadi pembuktian tersendiri bagi Rybakina. Sebelumnya, cedera tumit memaksanya mundur dari turnamen WTA di Cincinnati pada Agustus.

Cedera itu sempat membuatnya kesulitan berjalan tanpa rasa sakit selama beberapa hari. Kondisi tersebut membuat Rybakina harus mengatur latihan, waktu istirahat, serta perawatan secara lebih hati-hati.

"Situasinya tidak ideal dan tentu membuat saya stres," ujar Elena Rybakina.

Namun, kekhawatiran itu tidak menghambat performanya di New York. Dia melewati empat pertandingan pertama tanpa kehilangan satu set sebelum menghadapi Zheng di perempat final.

Dalam perjalanannya, Elena Rybakina juga mencatat kemenangan atas Naomi Osaka serta Yuliia Starodubtseva. Nama terakhir memiliki catatan khusus karena pernah mengalahkan Rybakina pada babak kedua Prancis Terbuka.

Laga melawan Zheng sempat berjalan tidak sesuai harapan. Rybakina kehilangan set pertama dan sebelumnya memiliki rekor buruk setiap kali tertinggal lebih dulu. Dalam enam pertandingan sebelumnya ketika kehilangan set pembuka, ia selalu gagal membalikkan keadaan.

Kali ini, situasi tersebut berhasil diubah. Rybakina bangkit dan merebut kemenangan tiga set atas Zheng. Dia mengakui pertandingan berlangsung penuh tekanan, termasuk karena kondisi pencahayaan dan bayangan yang membuat permainan di lapangan terasa tidak nyaman.

"Pertandingan yang sangat sulit dan penuh tekanan. Banyak pikiran yang muncul di kepala pada awal pertandingan, tetapi saya senang bisa menemukan cara untuk mengatasinya," tutur Rybakina.(AFP/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |