Banjir Bandang Nepal(AFP)
BENCANA banjir bandang dan tanah longsor hebat melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, mengakibatkan krisis kemanusiaan skala besar. Hingga Kamis (27/8/2026), lebih dari 1.300 orang dilaporkan hilang dan sedikitnya 165 orang dinyatakan tewas. Badan penanggulangan bencana Nepal mencatat 823 orang masih dalam pencarian, yang terdiri dari warga lokal dan wisatawan asing.
Otoritas Tiongkok sebelumnya melaporkan 558 orang hilang di wilayah perbatasan, termasuk 260 warga asing. Namun, data ini terus bergerak dinamis. Kementerian Luar Negeri Tiongkok melalui juru bicara Lin Jian menyatakan bahwa jumlah warga Tiongkok yang hilang di sisi Nepal mendekati 100 orang dan saat ini sedang dalam proses verifikasi mendalam.
Ketidakpastian jumlah korban hilang disebabkan oleh potensi penghitungan ganda, status kewarganegaraan ganda, serta proses identifikasi jenazah yang terhambat medan bencana yang kacau.
Rincian Warga Asing yang Dilaporkan Hilang
Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai otoritas negara dan agen perjalanan, berikut adalah rincian warga asing yang belum diketahui keberadaannya:
| Tiongkok | Hampir 100 orang (verifikasi Kedubes Tiongkok di Nepal). |
| India | 142 orang (tercatat di agen Samrat Tours, Leaf Holiday, dan Himalayan Glacier). |
| Malaysia | Lebih dari 50 orang (dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim). |
| Ukraina | 53 orang (termasuk kelompok 46 wisatawan yang putus kontak). |
| Australia | 34 orang (termasuk kelompok peziarah dan dua remaja). |
| Inggris | 14 orang (12 via Alpine Eco Trek, 2 di wilayah Rasuwagadhi). |
| Amerika Serikat | 11 orang (3 via Fishtail Tours, 8 via Himalayan Glacier). |
| Kanada | 10 orang. |
| Korea Selatan | 9 orang (pekerja pembangkit listrik tenaga air di Distrik Rasuwa). |
| Jepang | 5 orang. |
| Selandia Baru | 5 orang. |
| Afrika Selatan | 4 orang. |
| Portugal & Singapura | Portugal (2 orang), Singapura (2 orang). |
| Belanda | 1 orang. |
Situasi Terkini dan Kendala Evakuasi
Selain daftar di atas, terdapat ratusan orang yang kewarganegaraannya belum terkonfirmasi. Otoritas Tiongkok menyebut ada 260 warga asing dalam daftar mereka tanpa rincian asal negara. Sementara itu, agen perjalanan lokal di Nepal melaporkan puluhan wisatawan hilang, di antaranya 77 orang dari Trekkers Society dan 26 orang dari Kailash Journey.
Catatan Evakuasi: Kementerian Luar Negeri Italia melaporkan dua warganya sempat terjebak di lokasi tanah longsor namun telah berhasil mendapatkan bantuan. Saat ini, terdapat sekitar 90 warga Italia di wilayah terdampak yang terus dipantau kondisinya.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi telah menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana ini. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan oleh otoritas Nepal dan Tiongkok di tengah kondisi cuaca yang masih menantang di wilayah pegunungan tersebut. (AFP/H-4)


















































