Revitalisasi Pasar Kramat Jati Dimulai 2027, Pedagang Direlokasi

3 weeks ago 22
Revitalisasi Pasar Kramat Jati Dimulai 2027, Pedagang Direlokasi ilustrasi(Antara)

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengumumkan bahwa proyek revitalisasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2027. Saat ini, pihak pengelola pasar tengah mematangkan tahap perencanaan teknis.

"Untuk pengembangan Pasar Kramat Jati, saat ini kita sedang dalam tahap untuk perencanaan. Insya Allah tahun depan kita sudah mulai untuk revitalisasi Pasar Kramat Jati," ujar Agus saat meninjau lokasi di Kramat Jati, Selasa (1/9).

Langkah revitalisasi ini merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membenahi kawasan Pasar Kramat Jati secara menyeluruh. Penataan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ruang publik dan jalan yang selama ini terhambat oleh aktivitas perdagangan yang tidak teratur.

Tantangan Penataan Kawasan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengakui bahwa menata kawasan Kramat Jati memiliki tantangan tersendiri. Hal ini disebabkan oleh aktivitas perdagangan di wilayah tersebut yang telah berakar selama lebih dari 50 tahun.

Berdasarkan data saat ini, terdapat sekitar 614 hingga 640 pedagang yang masuk dalam target penataan. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memastikan para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya meskipun proses pembenahan sedang berlangsung.

"Selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah, sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik," tegas Pramono.

Relokasi dan Alternatif Tempat bagi Pedagang

Meskipun sejumlah lokasi penampungan telah disiapkan, Pemprov DKI mengakui masih ada pedagang yang belum tertampung akibat keterbatasan kapasitas lahan yang tersedia saat ini. Menanggapi kendala tersebut, Pramono menyatakan telah menyiapkan alternatif lokasi tambahan yang letaknya tidak jauh dari kawasan utama Pasar Kramat Jati.

Pramono menyebutkan telah menjalin komunikasi dengan koordinator pedagang untuk membahas pemanfaatan lahan alternatif tersebut. "Memang ada alternatif tempat yang saya sudah sampaikan kepada Pak Muhtarom (Koordinator pedagang) untuk digunakan tempat itu. Mudah-mudahan itu bisa dipersiapkan dalam waktu yang singkat," pungkasnya.

Rencana revitalisasi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih modern dan higienis tanpa menghilangkan nilai ekonomi bagi ratusan pedagang yang telah lama menggantungkan hidup di kawasan tersebut. (Ant/E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |