Sejumlah marshal mendorong sepeda motor pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez usai terjatuh dalam sesi practice MotoGP Indonesia 2025 di tikungan 11 Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/10/2025)(ANTARAFOTO/Aditya Pradana Putra)
MANDALIKA Grand Prix Association (MGPA) menegaskan keberadaan relawan (volunteer) untuk ajang Balap Motor Dunia MotoGP Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap memprioritaskan warga lokal atau putra-putri daerah setempat.
Human Capital dan General Affair Manager MGPA, Nurjanah Firdaus Dewi, menyampaikan bahwa animo masyarakat untuk terlibat langsung dalam ajang internasional ini mengalami lonjakan yang sangat tajam.
"Animo masyarakat untuk menjadi bagian dari kesuksesan gelaran berskala internasional ini melonjak tajam. Rekrutmen dibuka dari tanggal 24 hingga 31 Agustus mendatang. Antusiasme pelamar sangat tinggi sejak hari pertama, mencapai sekitar 1.140 orang," ujar Nurjanah di Lombok Tengah, Sabtu (29/8)
Hanya dalam kurun waktu lima hari sejak pendaftaran dibuka pada 24 Agustus 2026, lebih dari 2.500 pelamar dari Pulau Lombok telah resmi terdaftar. Dari total komposisi pendaftar, 60 persen di antaranya merupakan warga lokal Lombok Tengah, sementara sisanya berasal dari Kota Mataram, Lombok Barat, hingga luar daerah.
“Tapi yang kami utamakan dari dalam daerah dulu,” tegas Nurjanah.
Para calon relawan bersaing memperebutkan berbagai posisi krusial di Sirkuit Internasional Mandalika, seperti petugas kebersihan, manajemen, keamanan, kontrol keramaian (crowd control), hospitality, marshal, hingga ticketing. Seluruh pendaftar wajib melewati proses wawancara awal dan seleksi ketat berbasis pengalaman, kualifikasi teknis, serta keramahan.
“Khusus untuk hospitality, ketentuannya tidak sekadar murah senyum, tetapi juga harus ramah, rapi, dan bersih,” tambah Nurjanah.
Lonjakan pendaftar tahun ini terbilang sangat signifikan. Pada sesi walk-in interview hari pertama (24/8), jumlah peserta yang hadir membeludak hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang rata-rata berkisar 400 orang.
Merespons antrean yang memadat, MGPA dengan cepat melakukan evaluasi alur, menyediakan ruang tunggu (holding room), serta membagikan air minum demi menjaga kenyamanan para peserta.
“Kami berkomitmen melakukan upaya terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara lebih terstruktur, tertib, serta tetap mempertahankan kenyamanan seluruh peserta,” paparnya.
Atmosfer paddock dan pengalaman kerja berskala internasional menjadi magnet utama bagi para pendaftar, khususnya kalangan mahasiswa daerah.
Intan Karina Lestari, mahasiswi semester akhir Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram asal Lombok Tengah, mengaku antusias melamar posisi ticketing. Setelah sebelumnya bertugas di ajang GT World Challenge Asia, ia tak ingin melewatkan kesempatan berkontribusi di daerah sendiri.
“Saya senang bertemu banyak orang dan mencari pengalaman. Apalagi sirkuit ini ada di Lombok Tengah, tempat tinggal saya. Tentu saya ingin berpartisipasi dan memanfaatkan keberadaan sirkuit ini sebaik-baiknya,” ungkap Intan.
Hal senada disampaikan Dion, mahasiswa semester enam Poltekpar Lombok asal Praya. Bagi Dion, ini merupakan kali ketiga dirinya melamar untuk posisi ticketing dan hospitality.
“Saya ingin ilmu yang didapat di bangku kuliah tidak sia-sia. Ajang ini sangat tepat untuk mengasah interpersonal skill,” tuturnya. (Ant/P-4)


















































