Pesepak bola Timnas Indonesia Marc Klok (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Nguyen Hoang Duc (kanan) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).(Antara)
PERJALANAN Timnas Indonesia di ranking FIFA menunjukkan progres dalam beberapa tahun terakhir. Sejak April 2023 hingga Agustus 2026, posisi Indonesia naik dari peringkat 149 menjadi 118 dunia.
Pengamat sepak bola, Akmal Marhali menilai peningkatan tersebut patut diapresiasi, meski belum menjadi alasan bagi Indonesia untuk berpuas diri.
Menurutnya, progres itu merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kesinambungan program timnas, kualitas pemain, keberanian menghadapi lawan yang lebih kuat, serta kerja tiga pelatih dengan karakter berbeda.
"Kita patut bersyukur dan mengapresiasi progres ini, tetapi tetap harus rendah hati. Ranking FIFA bukan tujuan akhir. Ia adalah cermin dari konsistensi prestasi dan kualitas pertandingan yang kita jalani," ujar Akmal Marhali, Rabu (2/9).
Dalam periode kepemimpinan Erick Thohir di PSSI, tiga pelatih turut berkontribusi terhadap pergerakan ranking Indonesia. Shin Tae-yong membawa Indonesia dari peringkat 149 ke 127 selama April 2023 hingga Januari 2025.
Setelah itu, Patrick Kluivert menangani tim selama sembilan bulan dan mengangkat posisi Indonesia dari 127 ke 122 pada periode Januari hingga Oktober 2025.
Sementara John Herdman, yang mulai menangani Timnas pada Januari 2026, membawa Indonesia naik dari peringkat 122 ke 118 dalam tujuh bulan.
Akmal yang merupakan Founder Save Our Soccer mengatakan perbaikan ranking perlu dibaca secara proporsional.
Sistem ranking FIFA memberikan tambahan atau pengurangan poin berdasarkan hasil pertandingan, sehingga setiap laga internasional memiliki arti penting, terutama ketika menghadapi tim dengan peringkat lebih tinggi.
Karena itu, peningkatan tersebut dinilai perlu menjadi pijakan untuk membangun kalender pertandingan yang lebih berkualitas sekaligus menjaga konsistensi pembinaan prestasi Timnas Indonesia.
"Dari 149 ke 118 adalah kemajuan, tetapi pekerjaan rumah kita masih besar karena target berikutnya adalah masuk 100 besar dunia," kata Akmal.
FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober di Jakarta dan Bandung menjadi kesempatan terdekat bagi Indonesia untuk mempertahankan momentum peningkatan ranking tersebut. (E-4)


















































