Ramos Horta Puji Toleransi dan Kerukunan Beragama di Indonesia

3 weeks ago 21
Ramos Horta Puji Toleransi dan Kerukunan Beragama di Indonesia Presiden Timor Leste Ramos Horta(Dok AFP)

PRESIDEN Timor-Leste Jose Ramos-Horta memuji toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Menurut dia, kehidupan masyarakat yang beragam di Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia internasional.

Ramos-Horta menilai salah satu hal yang belum banyak diketahui masyarakat dunia, khususnya di negara-negara Barat, adalah besarnya jumlah umat Kristen dan Katolik di Indonesia. Mereka, kata dia, dapat hidup berdampingan secara damai dengan masyarakat Muslim sebagai kelompok mayoritas.

"Saya katakan, ya, mereka mayoritas Muslim, tetapi mereka juga punya lebih banyak umat Katolik daripada beberapa negara Eropa, yang hidup dengan cara yang paling damai, saling bertoleransi, dan saling menerima," kata Ramos Horta di Jakarta, Jumat (28/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Ramos-Horta ketika menghadiri pertemuan dengan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri, sejumlah penerima Nobel, serta ilmuwan dari berbagai negara di Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Jumat.

Ia kembali menekankan besarnya populasi umat Katolik di Indonesia dibandingkan sejumlah negara Eropa.

"Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia, tetapi juga memiliki lebih banyak umat Katolik daripada banyak negara di Eropa," ujarnya.

Populasi Kristen dan Katolik Indonesia

Ramos-Horta memperkirakan jumlah umat Katolik dan Kristen Protestan di Indonesia berada pada kisaran 30 juta hingga 40 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, populasi umat Katolik diperkirakan mencapai sekitar 10 juta hingga 14 juta jiwa.

Menurut Ramos-Horta, angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah umat Katolik di sejumlah negara Eropa.

"Berapa banyak negara di Eropa yang memiliki 10 juta atau 14 juta umat Katolik? Inilah yang sebagian besar orang di dunia tidak ketahui. Mereka hanya tahu Indonesia adalah mayoritas Muslim terbesar di dunia," papar Ramos-Horta.

Bagi Ramos-Horta, keberagaman agama di Indonesia bukan hanya persoalan jumlah penduduk. Ia justru menyoroti kemampuan masyarakat dalam menjaga kehidupan yang harmonis melalui sikap saling menghormati dan menerima perbedaan.

Ramos-Horta Soroti Ketangguhan Rakyat Indonesia

Selain mengapresiasi toleransi beragama, Ramos-Horta juga menyoroti ketangguhan atau resilience masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam.

Ia mengatakan Indonesia memiliki populasi lebih dari 300 juta jiwa yang tersebar di sekitar 17.000 pulau. Kondisi geografis tersebut membuat Indonesia menghadapi berbagai risiko bencana, termasuk gempa bumi dan banjir besar.

Menurut Ramos-Horta, masyarakat Indonesia memiliki kemampuan untuk kembali bangkit setelah menghadapi bencana.

"Alam tidak begitu bersahabat dengan Indonesia karena terus-menerus mengalami gempa bumi dan banjir yang besar. Namun demikian, setiap kali terjadi, rakyat Indonesia selalu bangkit kembali. Dan setiap kali bangkit, mereka menjadi lebih baik," ungkapnya.

Ramos-Horta juga menilai tantangan geografis dan sosial tidak menghilangkan karakter masyarakat Indonesia yang dikenal ramah. Ia menyebut keramahan tersebut tetap terlihat dalam interaksi masyarakat Indonesia dengan orang lain.

"Terlepas dari semua tantangan tersebut, rakyat Indonesia selalu tetap menjadi orang-orang yang paling ramah dan paling hangat di dunia," tutur Ramos-Horta. (Ant/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |