Purbaya: Anggaran Rekening Massal Rp11 Triliun Belum Final

1 week ago 4
 Anggaran Rekening Massal Rp11 Triliun Belum Final Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa anggaran untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat belum bersifat final. Pemerintah hingga saat ini masih melakukan perhitungan terkait kebutuhan total dana program tersebut.

“Belum (ditetapkan) sebesar Rp11 triliun. Ini anggarannya masih belum dihitung,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (10/9).

Sebelumnya, proyeksi kebutuhan anggaran sebesar Rp11 triliun atau sekitar 600 juta dolar AS disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Angka tersebut didasarkan pada perkiraan target sasaran yang mencapai sekitar 200 juta penduduk.

Target Sasaran Fokus pada Usia 17 Tahun

Menkeu Purbaya menilai jumlah target penerima program seharusnya tidak setinggi proyeksi awal tersebut. Menurutnya, program ini utamanya akan menyasar masyarakat berusia 17 tahun yang baru memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sementara itu, bagi masyarakat yang telah memiliki rekening bank, skemanya belum menjadi pembahasan mendalam oleh pemerintah.

“Yang jelas itu semua angka masih kasar. Nanti setelah itu dihitung betul seperti apa. 200 juta (masyarakat), berarti (sekitar) 80 juta yang di bawah 17 tahun. Kita lihat seperti apa penduduknya, saya belum lihat,” jelas Purbaya.

Implementasi Diperkirakan Mulai Tahun Depan

Mengenai waktu pelaksanaan, Bendahara Negara tersebut mengaku belum bisa memastikan tanggal pasti implementasinya. Walaupun cadangan fiskal negara saat ini memadai untuk mendukung program tersebut, Purbaya melihat kecil kemungkinan kebijakan ini diterapkan pada tahun berjalan karena postur anggaran telah ditetapkan.

“Kalau anggaran tahun ini kan sudah mepet, seharusnya mulai tahun depan. Mereka juga perlu persiapan. Itu ada penggabungan data Dukcapil sama data perbankan dan Bank Indonesia (BI). Itu perlu waktu untuk merapikan itu semua, nggak langsung besok siap,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan mekanisme pembuatan rekening massal tersebut melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Purbaya menjelaskan bahwa rekening BSI akan diperuntukkan khusus bagi masyarakat di Provinsi Aceh, sedangkan masyarakat di wilayah lainnya akan menggunakan layanan rekening BRI.

Perencanaan kebijakan pembukaan rekening massal ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diambil guna memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki akses ke rekening bank, sekaligus memperkuat inklusi dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |