Presiden Putin Ingin Pulihkan Hubungan Rusia-AS

2 weeks ago 18
Presiden Putin Ingin Pulihkan Hubungan Rusia-AS Presiden Prabowo Subianto (kiri), Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan), berbicara dalam penyelenggaraan Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).(Dok.BPMI Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh pemerintahnya untuk memulihkan hubungan diplomatik secara menyeluruh dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan Putin di sela-sela sesi pleno Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Meskipun menyatakan keinginan untuk "berbaikan", Putin menekankan bahwa normalisasi hubungan tersebut sangat bergantung pada iktikad baik dari pihak Gedung Putih. "Kami mendukung pemulihan hubungan dengan Amerika Serikat secara menyeluruh. Namun, hal ini tentu tidak hanya bergantung pada kami, melainkan juga bergantung pada pihak Amerika," tegas Putin.

Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara Moskow dan Washington sebenarnya tidak terputus sepenuhnya. Putin mengeklaim Rusia masih memiliki banyak relasi di Amerika Serikat yang memungkinkan jalur komunikasi tetap terbuka.

Kemitraan Strategis Rusia-Indonesia

Selain menyinggung hubungan dengan Barat, agenda utama Putin di EEF 2026 adalah memperkuat kerja sama dengan mitra di kawasan Asia-Pasifik, khususnya Indonesia. Putin secara khusus menyambut Presiden RI Prabowo Subianto yang hadir sebagai tamu kehormatan utama dalam forum bisnis tahunan tersebut.

Dalam jamuan makan siang bersama, Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia. Ia menyoroti pertumbuhan ekonomi kedua negara yang tetap positif di tengah dinamika global. Berikut adalah poin-poin utama kerja sama ekonomi Rusia-Indonesia yang dibahas dalam pertemuan tersebut:

Indikator / Sektor Detail Kerja Sama
Volume Perdagangan Meningkat 12% pada tahun lalu
Sektor Prioritas Pertanian, pembangunan kapal, teknologi digital, dan energi nuklir
Kerangka Hukum Perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia
Status Hubungan Kemitraan Strategis (sejak 2025)

Presiden Prabowo Subianto menyambut baik apresiasi tersebut dan menegaskan bahwa Rusia adalah mitra penting bagi Indonesia. Prabowo mengingatkan bahwa hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin selama lebih dari 76 tahun, terhitung sejak 3 Februari 1950.

"Kami bangga dan gembira hubungan kita bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu," ujar Prabowo. Kehadiran Prabowo di Vladivostok diharapkan memberikan dorongan baru bagi investasi Rusia di Indonesia, terutama di bidang infrastruktur energi dan teknologi digital.

Eastern Economic Forum 2026 sendiri diselenggarakan pada 1-4 September 2026. Forum ini menjadi platform strategis bagi Rusia untuk mengalihkan fokus ekonominya ke arah timur di tengah tekanan sanksi dari negara-negara Barat. (Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |