Presiden Prabowo Puji Dedikasi Kabinet Merah Putih: Tak Ada Tanggal Merah!

4 weeks ago 9
 Tak Ada Tanggal Merah! Presiden Prabowo Subianto di Bali.(Dok. Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi jajaran Kabinet Merah Putih. Presiden menilai para menteri dan pimpinan lembaga telah menunjukkan komitmen luar biasa dengan terus bekerja tanpa mengenal hari libur atau "tanggal merah".

"Hari ini hari penting. Walaupun hari libur, kami berjuang untuk rakyat. Memang di Kabinet Merah Putih, mungkin hampir tidak ada tanggal merah dan itu risiko. Risiko pengabdian," ujar Presiden Prabowo saat menghadiri agenda di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di sela peluncuran program strategis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp. Menariknya, agenda besar ini tetap dilaksanakan meskipun bertepatan dengan hari libur nasional peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tantangan bagi yang Tidak Sanggup

Dalam arahannya, Kepala Negara menegaskan bahwa ritme kerja tinggi adalah konsekuensi dari pengabdian kepada negara. Ia bahkan memberikan pesan tegas bagi jajaran yang merasa tidak mampu mengikuti kecepatan kerja kabinet saat ini.

“Tapi yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,” tegas Prabowo.

Presiden secara langsung menguji kesiapan para pemangku kepentingan untuk merealisasikan target PLTS 100GWp dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menyapa langsung Menteri ESDM, Kepala Danantara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, hingga Direktur Utama PLN dan Pertamina.

"Yang semangat, kita buktikan lagi. Nanti tiga tahun lagi kita kumpul lagi, kita selalu bicara dengan bukti," imbuhnya.

Capaian Swasembada Pangan dan Transformasi BUMN

Optimisme Presiden bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada keberhasilan tim ekonomi dan pertanian yang mampu mencapai target swasembada pangan hanya dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dari target awal yakni empat tahun.

Selain itu, Prabowo menyoroti transformasi signifikan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Ia memuji kepemimpinan yang jujur dan patriotik karena berhasil mengubah BUMN yang merugi puluhan tahun menjadi perusahaan yang mencetak laba dengan kenaikan pendapatan hingga ratusan persen dalam waktu kurang dari dua tahun.

Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang melampaui target, Presiden menjanjikan penganugerahan tanda kehormatan bintang negara bagi para pejabat dan tim yang berhasil membuktikan prestasi nyata di lapangan. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |