Prabowo Ajak Rusia Bangun Konektivitas Ekonomi lewat Jalur Pasifik

2 weeks ago 8
Prabowo Ajak Rusia Bangun Konektivitas Ekonomi lewat Jalur Pasifik Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan bahwa Samudra Pasifik bukan merupakan pemisah, melainkan jalur strategis yang menghubungkan Indonesia dan Rusia untuk memperkuat hubungan ekonomi. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).

Di hadapan para delegasi, Prabowo menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di antara Samudra Hindia dan Pasifik. Menurutnya, letak strategis ini menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk membangun jembatan ekonomi dengan wilayah Timur Jauh Rusia serta Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

"Samudra Pasifik tidak memisahkan kita. Samudra Pasifik menghubungkan kita. Ini bukan tembok di antara kita. Ini harus menjadi jalan raya antara kedua ekonomi kita," ujar Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo menilai Vladivostok memiliki karakter unik karena bersentuhan langsung dengan Pasifik, sama halnya dengan Indonesia. Kesamaan akses terhadap samudra yang sama ini dipandang sebagai modal utama untuk mengatasi tantangan jarak dan meningkatkan konektivitas nyata antar-kawasan.

Terkait tema forum "Timur Jauh: Pembangunan untuk Manfaat Masyarakat", Prabowo menjelaskan filosofi ekonomi Indonesia yang berbasis pada realisme dan pragmatisme. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam melindungi masyarakat, mengelola sumber daya nasional, serta memberantas korupsi di tengah ruang inovasi bagi dunia usaha.

"Itulah arti pembangunan untuk manfaat masyarakat bagi Indonesia, manfaat terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang," tegasnya, merujuk pada mandat pembangunan yang ia bawa sebagai Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan kedekatan hubungannya dengan Presiden Vladimir Putin. Tercatat, ia telah bertemu Putin sebanyak lima kali sejak menjabat sebagai Presiden, dengan dua kunjungan ke Rusia dilakukan pada tahun ini saja.

Menutup pidatonya, Prabowo berharap kerja sama ini terus berkembang dan menyatakan keinginannya untuk membalas keramahan Rusia dengan menyambut Presiden Putin di Indonesia di masa mendatang. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |