Polda Metro Jaya Bantu 25 Anak Putus Sekolah yang Terlibat saat Demo DPR

3 weeks ago 28
Polda Metro Jaya Bantu 25 Anak Putus Sekolah yang Terlibat saat Demo DPR Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8/2026).(ANTARA/Ilham Kausar.)

POLDA Metro Jaya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta serta pemangku kepentingan terkait untuk membantu 25 anak putus sekolah yang terlibat dalam peristiwa demo di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Langkah ini diambil agar mereka dapat kembali memperoleh akses pendidikan yang layak.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin, menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak tetap menjadi prioritas utama pihak kepolisian dalam setiap tahapan penanganan perkara.

"Di antara anak-anak yang diamankan, terdapat 25 anak yang sudah tidak bersekolah. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu mereka kembali memperoleh akses pendidikan," kata Iman dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/8).

Selain anak yang sudah tidak bersekolah, pendampingan khusus juga diberikan kepada anak-anak yang masih berstatus sebagai pelajar aktif. Polisi mengedepankan pendekatan edukasi dan pembinaan dengan melibatkan pihak sekolah, tenaga pendidik, serta instansi terkait sesuai dengan kebutuhan individual masing-masing anak.

Polda Metro Jaya memastikan proses koordinasi lintas instansi bersama Disdik DKI Jakarta terus bergulir untuk menjamin keberlanjutan masa depan pendidikan mereka, sekaligus menyediakan ruang pembinaan yang positif.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menekankan krusialnya peran keluarga dan lingkungan sekolah dalam memantau pergaulan serta aktivitas harian anak-anak.

Menurut Budi, komunikasi dua arah yang hangat antara orang tua dan anak menjadi kunci utama agar generasi muda tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak tak bertanggung jawab yang berpotensi membahayakan diri mereka.

"Anak-anak harus tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan mempersiapkan masa depannya. Karena itu, pemenuhan hak mereka, termasuk hak memperoleh pendidikan, membutuhkan kepedulian bersama dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat," tutur Budi. (Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |