Pesta Pernikahan di Iran Berubah Jadi Tragedi Akibat Serangan AS

3 hours ago 1
Pesta Pernikahan di Iran Berubah Jadi Tragedi Akibat Serangan AS Ilustrasi.( various sources / AFP)

SERANGAN militer Amerika Serikat (AS) di wilayah pesisir Iran mengubah sebuah pesta pernikahan menjadi tragedi. Sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak, tewas. Sebanyak 68 lainnya terluka setelah serangan menghantam kawasan Kuhestak, Provinsi Hormozgan, di dekat Selat Hormuz, Selasa (1/9) malam waktu setempat.

Rekaman videonya beredar luas di Iran pada Rabu (2/9) waktu setempat yang memperlihatkan lokasi pesta yang porak-poranda. Hiasan pernikahan berserakan di tanah, sementara sepatu dan puing bangunan terlihat ditinggalkan di tengah kepanikan.

Dalam salah satu rekaman, terdengar suara orang-orang berteriak ketika petugas penyelamat mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban. Video lainnya memperlihatkan seorang pria mengambil sandal putih berhiaskan tali berkilau dari antara puing.

"Kalian orang-orang jahat telah menyerang rumah warga dan mengubah pesta pernikahan mereka menjadi pemakaman," kata seorang pria yang tampak dalam video seperti disiarkan kantor berita Fars.

Televisi pemerintah Iran juga menayangkan rekaman dari lokasi kejadian. Seorang reporter menunjukkan potongan logam yang hangus dan menyebut benda itu sebagai bagian dari rudal Amerika yang menyebabkan pesta pernikahan berubah menjadi tragedi.

Bulan Sabit Merah Iran menyatakan serangan terjadi di Kuhestak, sebuah kota pesisir di bagian selatan negara itu. Serangan tersebut berlangsung setelah AS mengumumkan operasi terhadap sejumlah sasaran yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan terhadap sasaran IRGC sebagai respons atas dugaan upaya serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz serta personel militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Meski laporan mengenai korban sipil muncul setelah serangan, juru bicara CENTCOM menegaskan bahwa militer AS tidak menargetkan warga sipil. AS juga belum menjelaskan secara spesifik sasaran yang diserang di Kuhestak.

Serangan tersebut tidak hanya merusak lokasi pesta. Pemerintah Provinsi Hormozgan menyebut sejumlah menara dan fasilitas telekomunikasi serta internet mengalami kerusakan parah.

Kerusakan itu mengakibatkan gangguan pada jaringan komunikasi di wilayah sekitar.
Televisi pemerintah menampilkan gambar sebuah menara komunikasi yang roboh. Rangka logam yang bengkok tampak berserakan di jalan.
Sejumlah media Iran memperkirakan menara tersebut berjarak sekitar 140 meter dari lokasi pesta pernikahan.

Pada Rabu pagi, Bulan Sabit Merah Iran merilis rekaman udara yang memperlihatkan kerusakan di lokasi setelah matahari terbit. Atap sebuah bangunan tampak jebol, sementara puing dan reruntuhan memenuhi area sekitar serta gang-gang di dekatnya. Ayah mempelai perempuan, Ali Mallahi, menyebut serangan tersebut sebagai peristiwa yang sangat menyedihkan.

"Saya benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Syukurlah jumlah korban tidak lebih banyak," kata Mallahi dalam rekaman yang disiarkan televisi pemerintah.

Sejumlah rekaman yang disiarkan media Iran juga memperlihatkan anak-anak yang terluka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang pria dengan luka di bagian kepala menceritakan detik-detik sebelum ledakan. Dia mengatakan sedang menuju lokasi pesta ketika mendengar suara pesawat tempur di udara. Menurut kesaksiannya, banyak perempuan dan anak-anak mengalami luka parah dalam kejadian tersebut.

"Ketika kami tiba di sana, terjadi ledakan. Ledakannya sangat kuat. Bahkan sebelum saya sampai, pecahan dan puing bangunan menghantam kepala dan wajah saya hingga saya kehilangan kesadaran," ucap pria tersebut dalam rekaman yang disiarkan media setempat.

"Anak-anak dan perempuan banyak yang mengalami luka mengerikan. Mereka semua adalah warga biasa," katanya.

Dalam sebuah unggahan, mempelai perempuan serta laki-laki dan keluarga dekat keduanya selamat dari serangan.

Serangan di Kuhestak terjadi di tengah konflik yang masih membara. Gencatan senjata yang dicapai pada April lalu sempat menghentikan fase pertama saling serang secara besar-besaran. Namun, bentrokan sporadis masih terjadi, terutama di sekitar Selat Hormuz.

(AFP/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |