Data Top Brand for Kids mencatat indeks Aice pada kategori es krim anak sebesar 16,50% pada 2026, yang menempatkannya dalam kelompok tiga besar.(Dok. Aice Group)
PERSAINGAN kategori es krim semakin dinamis seiring bertambahnya pilihan produk dan berubahnya selera konsumen. Selain rasa, konsumen kini juga mempertimbangkan tekstur, tampilan, pengalaman menikmati produk, hingga tren yang berkembang melalui kanal digital.
Kondisi tersebut membuat posisi sebuah brand di pasar tidak selalu permanen. Di tengah pilihan yang semakin beragam, brand perlu terus membaca kebutuhan konsumen, menjaga kualitas, sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan. Gambaran mengenai perubahan preferensi tersebut dapat dilihat dari pergerakan Top Brand Index (TBI) 2026 di kategori es krim.
Aice, misalnya, mencatat kenaikan TBI dari 10,60% pada 2025 menjadi 27,27% pada 2026. Kenaikan 16,67 poin persentase tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 157% secara tahunan. Pada tahun yang sama, Aice kembali meraih Top Brand Award dan Top Brand for Kids 2026, melanjutkan pencapaian selama delapan tahun berturut-turut sejak 2019.
Perubahan indeks tersebut terjadi ketika persaingan kategori es krim juga bergerak dinamis, dengan perubahan indeks pada sejumlah brand utama. Kondisi ini menunjukkan bahwa preferensi konsumen dapat berubah cukup signifikan dalam waktu satu tahun.
Senior Brand Manager Aice, Sylvana Zhong, mengatakan kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kepercayaan konsumen tidak dapat dianggap permanen.
"Delapan tahun merupakan perjalanan yang panjang, tetapi bagi kami yang lebih penting adalah bagaimana kepercayaan itu terus diperbarui. Konsumen sekarang memiliki semakin banyak referensi dan pilihan. Karena itu, penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mendengarkan konsumen dan memastikan Aice tetap relevan dengan kebutuhan mereka," ujar Sylvana.
Top Brand Index menggunakan tiga parameter utama, yakni Top of Mind Awareness, Last Usage, dan Future Intention. Survei dilakukan secara independen oleh Frontier di 15 kota besar di Indonesia menggunakan metode multistage area random sampling dan purposive sampling.
Sebuah brand memperoleh predikat Top Brand apabila memiliki TBI minimal 10% dan berada dalam tiga besar kategorinya. Dengan metodologi tersebut, perubahan TBI Aice mencerminkan kekuatan brand di benak konsumen, penggunaan, serta kecenderungan untuk memilih kembali.
Top Brand Award 2026 mengusung tema 'Respectful Brand', yang menempatkan hubungan dan kepercayaan konsumen sebagai bagian penting dari keberlanjutan brand. Menurut Frontier, hubungan tersebut dibangun melalui konsistensi pengalaman, integritas, kualitas, inovasi, dan engagement dengan konsumen.
CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D, mengatakan tantangan brand tidak berhenti setelah dikenal dan dipilih konsumen.
"Top Brand Award bukan sekadar penghargaan atas pencapaian masa lalu, melainkan indikator keberlanjutan brand di masa depan. Brand yang mampu bertahan bukan hanya brand yang dikenal, tetapi juga yang dipercaya dan memiliki tempat khusus di hati konsumennya. Kepercayaan dan kedekatan tersebut tidak dapat dibangun hanya melalui iklan, promosi, atau media sosial, melainkan tumbuh dari kualitas, konsistensi, inovasi, dan keterlibatan yang kuat dengan konsumen," ujar Handi.
Tren kuliner mendorong inovasi
Konsumen kini memiliki lebih banyak sumber referensi, sementara tren makanan dan minuman dapat berkembang cepat melalui media sosial. Format yang mengandalkan kebaruan, tampilan visual, tekstur, dan pengalaman baru turut memengaruhi preferensi konsumen.
Karena itu, inovasi tidak hanya berarti menghadirkan varian baru, tetapi juga menciptakan pengalaman yang sesuai dengan perkembangan selera.
"Selera konsumen berubah cepat. Produk yang diminati beberapa tahun lalu belum tentu sama dengan yang dicari hari ini. Itu sebabnya masukan konsumen terus kami gunakan dalam pengembangan produk dan inovasi Aice," kata Sylvana.
Saat ini, Aice memiliki lebih dari 100 varian produk es krim yang tersedia di ratusan ribu outlet di seluruh provinsi Indonesia.
Salah satu inovasi terbarunya adalah Aice Crispy Balls Shine Muscat, yang memadukan rasa Shine Muscat dengan crispy balls, popping candy, aroma melati, dan nata de coco. Perpaduan tersebut menghadirkan empat sensasi, yakni crispy, creamy, chewy, dan fresh. Produk ini dikembangkan dengan mengikuti popularitas flavor Shine Muscat di kalangan generasi muda serta tren kuliner bergaya Korea.
Konsistensi di segmen anak
Aice juga kembali memperoleh Top Brand for Kids 2026, melanjutkan pencapaian selama delapan tahun berturut-turut sejak 2019. Data Top Brand for Kids mencatat indeks Aice pada kategori es krim anak sebesar 16,50% pada 2026, yang menempatkannya dalam kelompok tiga besar.
Capaian tersebut menunjukkan konsistensi Aice di kategori es krim anak, sekaligus menjadi pengingat bahwa preferensi anak terus berkembang, sementara orang tua memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih produk keluarga.
"Kami ingin terus menjaga kepercayaan keluarga melalui kualitas dan keamanan produk, tetapi pada saat yang sama tetap menghadirkan pengalaman menikmati es krim yang menyenangkan dan relevan bagi generasi yang terus berubah," kata Sylvana.
Penghargaan bukan tujuan akhir
Delapan tahun berturut-turut memperoleh Top Brand Award dan Top Brand for Kids menjadi pencapaian bagi Aice. Namun, perubahan TBI pada 2026 juga menunjukkan bahwa posisi brand tetap bergerak mengikuti preferensi konsumen.
Tantangan berikutnya adalah menjaga kepercayaan melalui pengalaman produk yang konsisten, inovasi relevan, kualitas dan keamanan, serta akses produk yang semakin luas.
"Delapan tahun ini kami capai bersama konsumen. Karena itu, kami tidak melihatnya sebagai pencapaian Aice semata. Kepercayaan konsumen harus diperoleh kembali setiap hari, melalui produk yang mereka pilih, pengalaman yang mereka rasakan, dan kemampuan kami untuk terus memahami perubahan kebutuhan mereka," tutup Sylvana.
Dinamika tersebut menunjukkan bahwa persaingan kategori es krim tidak hanya berlangsung melalui produk baru. Kemampuan membaca perubahan selera, menjaga kualitas, dan mempertahankan kedekatan dengan konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi brand. (E-1)


















































