Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Medan.(Dok.Istimewa)
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut buka suara terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di wilayah Medan, Sumatra Utara, dalam beberapa hari terakhir.
Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrogi Andriani Sumampau menyebutkan, antrean tersebut dipicu oleh lonjakan permintaan masyarakat pasca-libur sekolah. Menurut dia, peningkatan konsumsi BBM yang signifikan ini membutuhkan penyesuaian kapasitas angkutan dan ritase mobil tangki agar distribusi ke SPBU kembali seimbang.
"Dalam beberapa hari terakhir terdapat peningkatan kebutuhan BBM masyarakat, khususnya pasca-liburan sekolah yang cukup signifikan," ungkapnya, Selasa (14/7).
Fahrogi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat, termasuk pengemudi angkutan umum dan pelaku usaha, yang terdampak akibat antrean panjang tersebut. Ia memastikan ketersediaan stok BBM di Fuel Terminal Medan dalam kondisi aman.
Dia mengklaim ketersediaan BBM di Fuel Terminal, khususnya di Medan Group, berada dalam kondisi yang terjaga. Fokus mereka saat ini adalah mempercepat pengiriman BBM dari terminal menuju SPBU.
Untuk mengurai antrean dan mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina kini mengoperasikan Fuel Terminal Medan selama 24 jam. Langkah teknis lain mencakup penambahan 20 unit mobil tangki, penerapan skema spot charter serta penambahan personel dari Bekang TNI dan awak mobil tangki dari wilayah regional lain.
Mereka juga melakukan alih suplai dari terminal BBM di Kisaran, Pematang Siantar dan Lhokseumawe untuk menopang kebutuhan di Sumut. Prioritas penyaluran saat ini diarahkan ke SPBU yang melayani koridor logistik dan angkutan umum.
"Kami memahami masyarakat mengharapkan tindakan nyata, bukan sekadar penjelasan. Seluruh jajaran terus bekerja di lapangan untuk menambah ritase dan memperkuat armada," kata Fahrogi.
Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih. Pihaknya juga mengklaim terus berkoordinasi dengan Pemprov Sumut, aparat penegak hukum dan Hiswana Migas untuk memastikan distribusi kembali normal dalam waktu dekat. (E-2)

















































