DOKTER Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, Fadel Bilondatu.(Dok. Antara)
DOKTER Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, Fadel Bilondatu menegaskan bahwa munculnya bisul pada anak umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit kepala. Kondisi ini dipicu oleh kurangnya kesadaran akan kebersihan tubuh, bukan karena konsumsi jajanan seperti yang sering diasumsikan masyarakat.
"Kebersihan pada tubuh anak harus diperhatikan agar tidak muncul bisul, apalagi di bagian kepala. Jadi bisul yang kerap muncul di bagian kepala anak bukan karena mengonsumsi jajanan," ujar dr Fadel di Gorontalo, Jumat (13/6).
Ia menjelaskan bahwa bisul di kepala muncul akibat adanya infeksi spesifik pada kulit kepala. Hal ini biasanya terjadi karena faktor higienitas yang rendah, seperti anak yang jarang dimandikan atau kulit kepalanya jarang dibersihkan secara rutin.
Infeksi tersebut bermula ketika kulit kepala anak terpapar bakteri dari lingkungan sekitar. Paparan bakteri ini kemudian memicu peradangan yang berujung pada terbentuknya bisul.
Dampak Konsumsi Jajanan Berlebihan
Meskipun jajanan atau makanan ringan bukan penyebab langsung munculnya bisul, dr Fadel mengingatkan bahwa konsumsi jajanan secara berlebihan tetap berdampak buruk bagi kesehatan anak. Kebiasaan ini dapat mengganggu pola makan anak secara keseluruhan.
Menurutnya, ketika anak terlalu banyak mengonsumsi makanan ringan, mereka cenderung merasa kenyang lebih cepat. Akibatnya, asupan makanan utama yang mengandung gizi seimbang dan nutrisi penting untuk pertumbuhan menjadi berkurang.
Langkah Pencegahan bagi Orangtua
Selain menjaga kebersihan fisik, orangtua diimbau untuk memperhatikan pola makan sehat guna mendukung daya tahan tubuh dan pertumbuhan optimal anak. Daya tahan tubuh yang baik menjadi benteng utama dalam melawan berbagai infeksi, termasuk infeksi kulit.
Dr Fadel menyarankan beberapa langkah praktis bagi orangtua untuk mencegah gangguan kesehatan pada anak:
- Membiasakan anak untuk menjaga kebersihan tubuh secara rutin.
- Memastikan anak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
- Rutin memeriksakan kesehatan anak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat membantu mencegah berbagai risiko infeksi kulit yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada anak, sekaligus memastikan tumbuh kembang mereka berjalan dengan baik. (Ant/H-3)


















































