Pengadilan Perintahkan Penangkapan Wapres Filipina

2 weeks ago 9
Pengadilan Perintahkan Penangkapan Wapres Filipina Wapres Filipina Sara Duterte.(Anadolu )

PENGADILAN Negeri Quezon City, Filipina, resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte. Perintah ini diterbitkan atas tuduhan "ancaman serius" yang melibatkan keselamatan Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Pengacara Duterte, Paul Lawrence Lim, mengonfirmasi kabar tersebut pada Jumat (4/9). Lim menegaskan bahwa kliennya tidak akan menghindari proses hukum yang berlaku dan akan terus menempuh upaya hukum yang tersedia. Pernyataan ini menyusul laporan dari harian Manila Times terkait status hukum sang Wakil Presiden.

Detail Dakwaan dan Jaminan

Berdasarkan keterangan Lawrence, pengadilan telah menetapkan nilai jaminan bagi Duterte agar tidak ditahan. Departemen Kehakiman Filipina mengajukan tiga dakwaan terpisah terkait ancaman tersebut.

Item Detail Informasi
Jenis Dakwaan Ancaman Serius (3 Dakwaan)
Nilai Jaminan per Dakwaan 120.000 Peso (Sekitar Rp33,7 juta)
Target Ancaman Presiden Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, Martin Romualdez
Status Politik Menghadapi sidang pemakzulan di parlemen

Kronologi Kasus

Kasus ini bermula dari pernyataan kontroversial Duterte dalam sebuah konferensi pers daring pada November 2024. Saat itu, ia melontarkan pernyataan mengenai "pembunuhan" yang ditujukan kepada Presiden Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez. Duterte menyebut bahwa mereka akan dibunuh jika dirinya terbunuh terlebih dahulu.

Pihak Istana Kepresidenan melalui Kantor Marcos menyatakan sikap netral terhadap proses hukum ini. Mereka menegaskan bahwa pemerintah menghormati setiap keputusan atau arahan yang dikeluarkan oleh lembaga peradilan.

Profil Sara Duterte

Sara Duterte, 48 tahun, merupakan putri dari mantan Presiden Rodrigo Duterte. Ia mencatatkan sejarah sebagai wakil presiden ke-15 sekaligus yang termuda di Filipina saat terpilih pada pemilu 2022 mendampingi Marcos Jr. untuk masa jabatan enam tahun.

Sebelum menjabat di tingkat nasional, ia memiliki rekam jejak politik yang panjang di Davao City:

  • 2007-2010: Wakil Walikota Davao City.
  • 2010-2013: Walikota Davao City.
  • 2016 & 2019: Kembali memenangkan pemilihan Walikota Davao City.

Kini, selain menghadapi proses hukum di pengadilan, posisi politik Duterte juga terancam oleh proses sidang pemakzulan yang tengah bergulir di parlemen Filipina. (Anadolu/Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |