Ilustrasi(Dok Istimewa)
Upaya penyelamatan besar-besaran masih terus berlangsung bagi para korban banjir bandang di wilayah perbatasan antara Nepal dan Tiongkok, satu minggu setelah bencana melanda. Hingga Selasa (2/9), skala kerusakan dan jumlah korban jiwa dilaporkan terus meningkat secara signifikan.
Pejabat manajemen bencana di Nepal mengonfirmasi bahwa 1.050 orang dinyatakan tewas, sementara lebih dari 3.900 orang lainnya masih dilaporkan hilang. Di antara daftar orang hilang tersebut, terdapat lima warga negara Jepang. Sementara itu, media pemerintah Tiongkok melaporkan 16 orang tewas dan lebih dari 540 orang hilang di wilayah mereka.
Kendala Evakuasi dan Infrastruktur Lumpuh
Pemerintah Nepal telah mengerahkan sekitar 20.000 personel, yang terdiri dari unsur militer dan kepolisian, untuk memimpin operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, upaya ini menghadapi hambatan berat di lapangan.
Pejabat setempat menyatakan banyak komunitas terdampak masih terisolasi tanpa aliran listrik maupun akses komunikasi. Banjir bandang telah memutus akses jalan dan menghancurkan jembatan, menyebabkan warga terjebak di lokasi bencana. Kurangnya alat berat untuk membersihkan material lumpur serta sulitnya operasional helikopter akibat cuaca buruk memperlambat proses evakuasi.
Kondisi kritis juga dilaporkan terjadi di distrik Rasuwa dan Nuwakot, Nepal tengah. Lebih dari 630 pekerja di pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dilaporkan masih terjebak di dalam bangunan maupun terowongan bawah tanah.
Identifikasi Korban di Kathmandu
Di ibu kota Nepal, Kathmandu, lebih dari 100 jenazah korban telah dibawa ke kamar mayat rumah sakit setempat. Pihak rumah sakit memperingatkan bahwa kapasitas mereka terbatas, dengan batas maksimal menampung sekitar 150 jenazah sebelum harus dialihkan ke fasilitas lain.
Proses identifikasi menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian karena kondisi jenazah yang rusak parah. Hingga saat ini, baru sekitar 10 persen dari total korban tewas yang berhasil diidentifikasi. Banyak keluarga yang mendatangi kamar mayat dengan harapan mendapatkan kepastian mengenai anggota keluarga mereka yang hilang.
Peringatan Cuaca: Hujan diprediksi akan terus mengguyur wilayah terdampak sepanjang minggu ini. Tim penyelamat kini bersiap menghadapi risiko bencana sekunder, termasuk potensi luapan sungai susulan yang dapat membahayakan operasi kemanusiaan.
Salah satu warga yang mencari suaminya di kamar mayat mengungkapkan keputusasaannya. Suaminya hilang kontak saat melakukan perjalanan bisnis ke area perbatasan. Meski belum menemukan jenazah sang suami, ia menyadari bahwa peluang untuk menemukannya dalam keadaan selamat sangatlah kecil mengingat skala bencana yang terjadi.


















































