Pelti akan Turunkan Pemain Muda di Piala Davis 2026 Lawan Rumania

4 hours ago 1
Pelti akan Turunkan Pemain Muda di Piala Davis 2026 Lawan Rumania Logo Piala Davis(chatgpt)

PENGURUS Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) mengambil langkah berani dengan menurunkan sejumlah pemain muda dalam ajang Piala Davis World Group II melawan Rumania. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada akhir pekan ini, 18-19 September 2026.

Keputusan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pelti untuk pembinaan dan memberikan pengalaman bertanding di level senior bagi para atlet muda. Konsekuensinya, sejumlah petenis andalan senior seperti Muhammad Rifqi Fitriadi dan Christopher Rungkat tidak masuk dalam susunan pemain kali ini.

Sekretaris Jenderal Pelti, Andi Fajar, menjelaskan bahwa absennya Rifqi dan Christo juga disebabkan oleh persiapan intensif menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Jadwal Piala Davis yang sangat berdekatan dengan keberangkatan ke Jepang menjadi pertimbangan utama tim medis dan kepelatihan.

"Jadi kita ada persiapan untuk pembinaan. Ini adalah kesempatan terbaik buat junior kita," ujar Andi Fajar saat dikonfirmasi pada Senin (15/9).

Fokus Regenerasi dan Jam Terbang

Pelti telah menyiapkan dua pemain junior potensial, yakni Refalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp, untuk memimpin skuad Indonesia. Meski masih berstatus junior, keduanya tercatat sudah memiliki peringkat ATP dan pengalaman di turnamen level senior.

Andi menyoroti prestasi Refalentino (Falen) dan Zapp yang sempat menjadi runner-up di ajang Amman Cup M15 di Bali beberapa waktu lalu.

"Falen dan Zapp itu adalah usia junior tetapi punya peringkat ATP. Itu kan prestasi yang luar biasa," tambahnya.

Penampilan di Piala Davis dinilai sebagai momentum krusial bagi kedua pemain untuk mengukur kemampuan teknis sekaligus mental saat menghadapi lawan dengan peringkat dunia yang jauh lebih tinggi, terutama pemain Rumania yang berada di kisaran 300 besar ATP.

Manajemen Risiko Cedera

Selain aspek pembinaan, faktor kebugaran menjadi alasan kuat di balik rotasi pemain ini. Piala Davis berlangsung pada 18-19 September, sementara para pemain senior dijadwalkan berangkat menuju Jepang untuk Asian Games sekitar tanggal 23-24 September.

"Ketakutan kita cedera dan lain-lain. Ini selisih waktunya sangat mepet. Recovery-nya kita ada kekhawatiran," ungkap Andi.

Pelti menegaskan bahwa hasil akhir pertandingan melawan Rumania bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan. Fokus utama federasi saat ini adalah membangun fondasi regenerasi yang kuat dengan memberikan kepercayaan penuh kepada generasi muda di panggung internasional.

"Yang paling penting adalah kita ingin melakukan pembinaan yang serius terhadap generasi tenis kita di Indonesia. Kita lihat hasilnya besok. Semoga anak-anak fit dan bisa tampil terbaik," pungkasnya. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |