Pengamat Sebut Wapres Gibran Urus MBG dan Karhutla Bukti Hadirnya Pemerintah

3 hours ago 2
Pengamat Sebut Wapres Gibran Urus MBG dan Karhutla Bukti Hadirnya Pemerintah Ilustrasi(Dok Istimewa)

Pengamat komunikasi Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah daerah seperti mendatangi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Karo, Sumatera Utara serta ke Kalimantan untuk meninjau kebakaran hutan dan lahan merupakan bukti hadirnya pemerintah saat bencana. 

“Pertama tentu saja Gibran ingin mengesankan pemerintah pusat tidak lepas tangan terhadap polemik persoalan karut marut program MBG yang masih terus menyisahkan persoalan di masyarakat. Kedua, demikian pula halnya dengan karhutla yang melanda di banyak daerah di Kalimantan, Sumatera hingga Jawa. Pemerintah melalui representasi Gibran menunjukkan pemerintah terus hadir di saat rakyatnya tengah tertimpa musibah,” ujar Ari saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).

Ari yang juga Direktur Eksekutif lembaga survei Nusakom Pratama ini menjelaskan, arti kunjungan bisa berdampak jika Gibran melepaskan diri dari aturan-aturan formal yang mengikatnya, serta kunjungannya berdampak nyata dan tidak sekedar “omon-omon” bagi korban program MBG dan korban Karhutla.

“Syukurlah kedatangan Gibran yang berani meminta maaf kepada korban dan keluarga korban keracunan omprengan MBG menjadi sinyal positif keberanian di tengah pimpinan Badan Gizi Nasional sendiri masih berkutat pada saling salah menyalahkan pengelola dapur SPPG,” ucapnya.

Ari memuji langkah taktis Gibran yang meminta korban keracunan MBG untuk menjalani perawatan lanjutan di Jakarta serta memohon. Hal ini menegaskan peran Gibran yang menjadi representasi hadirnya pemerintah dan sekaligus menampik tudingan banyak pihak yang banyak memberikan kritik negatif kepada wapres yang disebut minim kerja.

“Gibran mau memboyong korban keracunan omprengan MBG untuk berobat lanjutan ke Medan atau Jakarta. Sementara dari kedatangannya ke Kalimantan untuk memberi dukungan bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan agar lebih terkoordinasi, Gibran menutupkan sebuah pesan politik yang jelas artikulasinya yakni, upaya pemadaman kebakaran hendaknya tidak melupakan penanganan bagi satwa-satwa yang terdampak,” ungkap Ari.

Ari mengatakan kebakaran besar hutan dan lahan di sejumlah wilayah di tanah air tidak saja menghanguskan tanaman liar dan satwa yang ada, tetapi juga merusak ekosistem secara keseluruhan. Kehadiran Gibran ke lokasi menjadi penting karena pemerintah juga perlu memiliki skenario ketika satwa harus segera dipindahkan dari habitat yang terancam menuju kawasan yang lebih aman.

Ari melihat langkah Gibran turun langsung sebagai momentum yang bisa menghasilkan tindak lanjut. Menurutnya, perhatian Gibran akan memiliki arti lebih besar apabila berujung pada kebijakan yang dapat diterapkan ketika krisis serupa kembali terjadi.

“Di tengah polemik penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kontroversi pelaksanaan program MBG, setidaknya Gibran memberi sinyal bahwa dirinya bukan sosok yang selama ini terkonstruksikan dalam pandangan publik sebagai orang “yang tidak bisa bekerja” tetapi adalah figur dari orang yang bisa bekerja bahkan mengambil celah yang selama ini luput dari perhatian Presiden dan para pembantunya,” tegas Ari.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |