Harapan Baru untuk Penglihatan, Terapi Peremajaan Sel Mata Kini Masuk Uji Klinis

3 hours ago 2
Harapan Baru untuk Penglihatan, Terapi Peremajaan Sel Mata Kini Masuk Uji Klinis Ilustrasi(Magnific)

BAYANGKAN jika sel mata yang rusak akibat penuaan dapat “diatur ulang” agar kembali bekerja seperti sebelumnya. Gagasan tersebut kini mulai diuji pada manusia melalui ER-100. Terapi eksperimental yang dikembangkan untuk menangani kerusakan saraf mata dan berpotensi membantu memulihkan fungsi penglihatan. 

ER-100 dikembangkan perusahaan bioteknologi Life Biosciences dengan pendekatan partial epigenetic reprogramming. 

Teknologi tersebut berupaya mengatur kembali aktivitas gen dalam sel agar sel yang mengalami penuaan atau kerusakan dapat kembali berfungsi lebih baik.

Pasien Pertama Telah Menerima Dosis

Dilansir dari WIRED, Life Biosciences telah memberikan dosis pertama ER-100 kepada pasien dalam uji klinis Fase 1 pada 2026. Uji coba tersebut melibatkan pasien dengan dua kondisi yang dapat merusak saraf optik, yakni glaukoma sudut terbuka dan non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy atau NAION.

Tahap awal ini terutama dilakukan untuk menilai keamanan dan toleransi terapi. Peneliti juga akan memantau sejumlah indikator fungsi penglihatan untuk melihat kemungkinan adanya manfaat dari ER-100.

Berdasarkan laporan dari Life Biosciences, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah memberikan clearance terhadap pengajuan Investigational New Drug (IND) untuk ER-100 pada Januari 2026. Hal tersebut memungkinkan terapi melanjutkan pengembangan menuju pengujian pada manusia.

Memanfaatkan Teknologi Peremajaan Sel

ER-100 menggunakan tiga faktor transkripsi yang dikenal sebagai OCT4, SOX2, dan KLF4 atau OSK. Ketiganya digunakan untuk memengaruhi kembali pola epigenetik sel tanpa mengubah urutan DNA.

Target utamanya adalah retinal ganglion cells (RGC), yaitu sel saraf yang membawa informasi visual dari retina menuju otak. 

Kerusakan pada sel tersebut dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang sulit dipulihkan dengan terapi konvensional.

Dikutip dari laporan Life Biosciences, penelitian praklinis pada hewan menunjukkan perubahan pada pola epigenetik dan peningkatan fungsi visual setelah pemberian ER-100. Hasil tersebut menjadi dasar bagi pengembangan terapi menuju uji klinis manusia.

Belum Terbukti Memulihkan Penglihatan

Meski membawa harapan baru, ER-100 belum dapat disebut sebagai terapi yang terbukti mampu memulihkan penglihatan manusia. Hasil penelitian pada hewan tidak selalu menghasilkan efek yang sama pada manusia.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Life Biosciences, uji Fase 1 akan berfokus pada keamanan, toleransi, respons imun, serta sejumlah ukuran fungsi penglihatan. 

Hasil dari tahap ini akan menentukan apakah terapi dapat melanjutkan pengembangan ke penelitian dengan jumlah pasien yang lebih besar.

Jika terbukti aman dan efektif, ER-100 berpotensi membuka pendekatan baru dalam menangani penyakit mata yang berkaitan dengan penuaan dan kerusakan saraf. Untuk saat ini, terapi tersebut masih berada dalam tahap investigasi klinis. (WIRED/Life Biosciences/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |