Pelatihan Kewirausahaan YIS Berbuah Pesanan, Peserta Raup Jutaan Rupiah dari Frozen Food

3 weeks ago 21
Pelatihan Kewirausahaan YIS Berbuah Pesanan, Peserta Raup Jutaan Rupiah dari Frozen Food Ilustrasi(Dok YIS)

PROGRAM pemberdayaan perempuan melalui Workshop Perempuan Berdaya yang diselenggarakan Yayasan Indonesia Setara (YIS) mulai memberikan dampak langsung bagi para peserta di Ciawi, Kabupaten Bogor, dan Depok, Jawa Barat.

Pelatihan tersebut tidak berhenti pada pemberian keterampilan membuat makanan beku atau frozen food. Sejumlah peserta bahkan sudah mampu memasarkan hasil produksinya dan memperoleh pesanan dalam jumlah ratusan produk.

Peserta Workshop di Ciawi Dapat 2.090 Pesanan

Workshop Perempuan Berdaya di Ciawi yang digelar pada 13 Agustus 2026 mendapat sambutan positif dari peserta. Setelah mengikuti pelatihan, sebanyak 20 peserta berhasil memperoleh pesanan atau pre-order (PO) dengan jumlah keseluruhan mencapai 2.090 pcs.

Dari puluhan peserta tersebut, Rahmawati menjadi peserta dengan perolehan pesanan terbanyak, yakni 231 pcs. Sementara Vera mendapatkan pesanan sebanyak 186 pcs.

Apabila setiap produk dijual dengan perkiraan harga Rp5.000 per pcs, Rahmawati berpotensi memperoleh omzet sebesar Rp1.155.000. Adapun Vera diperkirakan bisa meraih pendapatan sekitar Rp930.000 dari pesanan yang diterimanya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh selama workshop dapat langsung diterapkan menjadi aktivitas usaha yang menghasilkan.

Peserta di Depok Raup Pesanan Ratusan Produk

Dampak positif program serupa juga terlihat pada Workshop Perempuan Berdaya yang berlangsung di Depok pada 19 Agustus 2026.

Usai mengikuti pelatihan, para peserta mulai menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan memproduksi sekaligus memasarkan berbagai produk frozen food.

Denny Rahayu tercatat sebagai peserta dengan jumlah PO terbanyak, yakni 245 pcs, disusul Melly dengan 210 pcs.

Dengan asumsi harga jual produk sebesar Rp8.000 per pcs, Denny Rahayu berpotensi memperoleh pendapatan Rp1.960.000. Sementara Melly diperkirakan mendapatkan Rp1.680.000 dari jumlah pesanan tersebut.

Sandiaga Uno Dorong Perempuan Berani Memulai Usaha

Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai program pemberdayaan perempuan seharusnya tidak sekadar berfokus pada peningkatan kemampuan teknis.

Menurutnya, peserta juga perlu mendapatkan dorongan untuk berani memulai usaha dan mengembangkan bisnis berdasarkan keterampilan yang telah mereka miliki.

Sandiaga mengatakan, pengalaman memperoleh pesanan dapat menjadi bagian penting dalam membentuk pola pikir dan mental kewirausahaan peserta.

"Semangat kewirausahaan itu tumbuh ketika kita berani memulai, berani mencoba, dan tidak takut menghadapi tantangan. Pelatihan akan semakin bermakna ketika ilmu yang didapat langsung dipraktikkan menjadi produk yang bisa dijual," ujar Sandiaga.

Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan pelatihan sebagai langkah awal untuk terus meningkatkan kemampuan. Pengembangan kualitas produk, perluasan pemasaran, serta menjaga kepercayaan konsumen dinilai penting untuk keberlanjutan usaha.

"Jangan melihat pesanan pertama sebagai akhir, tetapi sebagai awal perjalanan. Dari satu pesanan, bisa tumbuh menjadi puluhan, ratusan, bahkan usaha yang lebih besar. Yang penting konsisten, kreatif dan terus belajar," katanya.

Pelatihan Kewirausahaan Beri Pengalaman Bisnis Secara Langsung

Perolehan PO oleh peserta di Ciawi dan Depok menjadi gambaran bahwa pelatihan pemberdayaan perempuan dapat memberikan manfaat yang lebih konkret ketika keterampilan yang diajarkan disertai kesempatan untuk memasarkan produk.

Melalui program tersebut, peserta bukan hanya mempelajari cara memproduksi frozen food. Mereka juga mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan produk, mencari dan menerima pesanan, menghitung potensi pendapatan, serta membangun kepercayaan diri untuk memulai usaha.

Keberhasilan memperoleh pre-order juga menjadi pengalaman awal bagi peserta untuk mengenal proses bisnis secara langsung.

Dalam praktiknya, mereka belajar menentukan jenis produk yang memiliki peminat, menghitung perkiraan harga jual, memenuhi jumlah pesanan konsumen, hingga mempertahankan kualitas produk agar tetap sesuai dengan harapan pelanggan.

Dengan demikian, Workshop Perempuan Berdaya tidak hanya memberikan bekal keterampilan produksi, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk mulai mengenal proses kewirausahaan dan menguji kemampuan mereka melalui pasar secara langsung. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |