Ilustrasi(Dok CGF)
PEGOLF Indonesia bertekad mengakhiri penantian panjang gelar juara tuan rumah pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament 2026. Pegolf tuan rumah optimistis memiliki peluang di salah satu ajang paling bergengsi dalam kalender Asian Development Tour (ADT) tersebut.
Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 yang merupakan edisi ke-11 akan dihelat di Damai Indah Golf BSD Course, Tangerang Selatan, pada 26-29 Agustus mendatang. Sejak turnamen pertama kali digelar, belum ada wakil Indonesia yang berhasil menang.
Pegolf Indonesia, Kevin Caesario Akbar, menilai belum adanya wakil Indonesia yang mampu menjadi juara bukan alasan untuk berkecil hati Baginya, hasil-hasil sebelumnya justru menjadi bahan evaluasi agar bisa bersaing lebih kompetitif. Dia penasaran karena beberapa kali tampil belum bisa tembus ke lima besar.
"Saya lebih ingin fokus pada evaluasi setiap tahunnya. Kenapa yang juara atau masuk lima besar bisa bermain lebih baik. Kalau saya lihat, tekniknya sebenarnya sama saja. Yang membedakan lebih banyak di gameplay atau strategi permainan. Itu yang saya kerjakan dalam beberapa bulan terakhir," kata Kevin, Jumat (24/7).
"Seingat saya, hasil terbaik saya di sini belum sempat masuk top 20 tapi target saya kali ini mengincar top 5. Tapi yang pasti, sebelum itu saya ingin main sebaik-baiknya, main dengan enjoy. Karena kalau enjoy, saya bisa mengeluarkan semua kemampuan saya," tambah Kevin.
Optimisme serupa disampaikan pegolf Indonesia lainnya, Naraajie Emerald Ramadhan Putra. Dia mengakui tekanannya pasti akan cukup besar. Namun, pengalamannya yang cukup sering bermain di Damai Indah menjadi modal penting menghadapi persaingan tahun ini. Naraajie yakin peluang pegolf Indonesia untuk mencatat sejarah terbuka.
"Saya sering bermain di sini, jadi seharusnya sudah hafal setiap break lapangannya. Saya ingin bermain sebaik mungkin supaya mendapatkan hasil terbaik. Saya percaya diri ada peluang untuk pemain lokal tahun ini," kata Naraajie.
Ciputra Golfpreneur Tournament pertama kali digelar pada 2014 dan hingga kini tetap menjadi bagian dari kalender resmi ADT. Sejumlah nama besar yang pernah menjuarai turnamen ini seperti Tom Kim, Suteepat Prateeptienchai, hingga Miguel Carballo, sukses melanjutkan karier ke level yang lebih tinggi.
Pada edisi 2026 ini, sebanyak 150 pegolf dari sejumlah negara dipastikan ambil bagian termasuk 40 wakil tuan rumah yang akan mencoba memanfaatkan keuntungan tampil di kandang sendiri. Ketua Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), Nararya Ciputra Sastrawinata, mengatakan turnamen tersebut sejak awal memang dirancang untuk memperbanyak kesempatan bertanding bagi pegolf Indonesia bersaing dengan pemain-pemain luar.
"Kami ingin agar atlet-atlet profesional Indonesia bisa bersaing. Selama ini memang belum ada pemenang dari Indonesia tapi kami harap kali ini bisa ada," ujar Nararya.
Turnamen tahun ini kembali menyediakan total hadiah sebesar US$150.000 atau sekitar Rp2,7 miliar. Nilai tersebut menjadikan ajang ini salah satu turnamen ADT dengan hadiah terbesar sekaligus magnet bagi pegolf internasional untuk berburu poin Order of Merit.
Perwakilan Asian Development Tour, Teddy Jubilant, menyebut Ciputra Golfpreneur Tournament sebagai salah satu aset penting ADT karena konsistensinya dalam penyelenggaraan sekaligus kemampuannya melahirkan pegolf berkualitas.
"Kami berterima kasih kepada Ciputra Group dan Damai Indah Golf atas komitmen yang luar biasa. Ciputra Golfpreneur Tournament merupakan turnamen paling konsisten di ADT dan telah melahirkan banyak pemenang yang kemudian berkembang hingga tampil di Asian Tour," ujarnya. (E-4)

















































