Duel internasional pada turnamen Japfa Chess Festival 2026.(Percasi)
Duel pecatur muda Indonesia melawan wakil Vietnam dan Kazakhstan turut menjadi sajian pada turnamen Japfa Chess Festival 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-16. Turnamen catur tersebut berlangsung pada 1-6 September di Gedung Serbaguna GBK, Jakarta.
Di sektor putra, International Master (IM) Satria Duta Cahaya, 18, akan berhadapan dengan IM Khuong Duy Dau dari Vietnam yang baru berusia 15 tahun. Satria datang dengan rating FIDE 2.412, sedangkan Khuong memiliki rating 2.509.
Perbedaan rating sekitar 100 poin membuat Khuong lebih diunggulkan di atas kertas. Namun, Satria mendapat kesempatan menguji kemampuannya menghadapi salah satu pecatur muda Vietnam yang diproyeksikan menjadi grandmaster.
"Ini duel pecatur muda Indonesia melawan pecatur muda Vietnam. Kami berharap pecatur Indonesia mampu menghadapi lawannya meski terdapat perbedaan rating sekitar 100 poin," kata Ketua Panitia Japfa Chess Festival 2026 Henry Hendratno pada pembukaan turnamen, Selasa (1/9).
Pertarungan internasional juga tersaji di sektor putri. Woman International Master (WIM) Laysa Latifah, 20, akan menantang Woman Grandmaster (WGM) Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan. Laysa memiliki rating 2.213 sedangkan Balabayeva berada di angka 2.384. Sama seperti duel putra, wakil Indonesia menghadapi lawan dengan rating lebih tinggi.
Duel tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pemain muda Indonesia dengan lawan-lawan dari level internasional. Pemenang masing-masing duel berhak membawa pulang hadiah US$1.300 sedangkan yang kalah memperoleh US$850.
Japfa Chess Festival tahun ini mempertandingkan 14 kategori dengan total hadiah sekitar Rp300 juta. Kompetisi tersebut mencakup sejumlah kelompok, mulai dari junior putra-putri, open, wanita, veteran berusia 55 tahun ke atas, hingga pertandingan beregu antarkaryawan perusahaan atau instansi. Sebanyak 520 pecatur dari 23 provinsi ambil bagian. Peserta asing yang turut meramaikan turnamen berasal dari Jepang, India, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Vietnam.
Wakil Ketua Umum PB Percasi Irjen Pol Ahmad Ramadhan menyambut dukungan berkelanjutan terhadap perkembangan catur nasional. Dia berharap dukungan serupa dapat diperluas ke daerah-daerah tempat Japfa beroperasi untuk memperkuat pembinaan pecatur sejak usia dini.
"Kami berharap Japfa juga mendukung catur di level lokal karena Japfa ada di berbagai daerah. Dengan begitu, pembinaan bisa semakin kuat dan prestasi atlet dapat terus ditingkatkan," katanya.
Dia menambahkan, PB Percasi terus mendorong pecatur Indonesia agar memiliki pengalaman bertanding di level internasional. Salah satu agenda terdekat ialah Olimpiade Catur yang akan digelar di Uzbekistan mulai 14 September.
Menurutnya, peningkatan prestasi internasional membutuhkan pembinaan dan kesempatan bertanding yang berkelanjutan seperti Japfa Chess Festival sebagai salah satu wadah untuk memberikan pengalaman kompetitif sekaligus memperluas kesempatan pecatur Indonesia mengasah kemampuan.
"Target kita bukan hanya menjadikan catur sebagai permainan, tetapi sebagai olahraga yang mampu melahirkan prestasi di tingkat dunia," pungkasnya.
Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Rachmat Indrajaya mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat terhadap catur terus tumbuh. Menurut dia, jumlah peserta sebenarnya berpotensi lebih besar apabila kapasitas tempat penyelenggaraan memungkinkan.
"Kalau ruangannya cukup, pesertanya bisa lebih dari 500 orang. Kalau dibuka lebih luas, mungkin bisa mencapai 700 sampai 800 orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga catur semakin tinggi," kata Rachmat.
Pihaknha bermitra dengan PB Percasi selama lebih dari 26 tahun. Dukungan tersebut selain diarahkan kepada penyelenggaraan turnamen juga pembinaan pecatur muda melalui program Japfa for Kids untuk pembinaan catur kepada anak-anak sejak tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah.
"Harapan kami, anak-anak Indonesia, terutama sejak SD, bisa mendapatkan pembinaan yang lebih baik sehingga ke depan dapat muncul grandmaster baru," tands Rachmat. (E-3)


















































