Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL) melakukan patroli di Nabatieh, lebanon 20 Oktober 2025.(Anadilu Agency/Houssam Shbaro )
PASUKAN Sementara PBB di Libanon (UNIFIL) melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam aktivitas militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di wilayah Libanon selama beberapa hari terakhir. Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengungkapkan bahwa eskalasi ini mencakup operasi darat hingga puluhan pelanggaran wilayah udara.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (8/9), Dujarric menyatakan bahwa aktivitas kinetik IDF meningkat tajam di dalam dan sekitar wilayah operasi UNIFIL. Bentuk aktivitas tersebut meliputi tembakan proyektil, serangan udara, serta operasi darat yang intens.
"Dalam beberapa hari terakhir, UNIFIL mencatat aktivitas kinetik dari Pasukan Pertahanan Israel meningkat signifikan di dalam dan sekitar wilayah operasinya, termasuk operasi darat, tembakan proyektil, serangan udara, serta pelanggaran wilayah udara Lebanon," ujar Dujarric.
Rekor Pelanggaran Wilayah Udara
Salah satu poin krusial yang disoroti PBB adalah intensitas pelanggaran kedaulatan udara Libanon. Pada hari Minggu saja, pasukan penjaga perdamaian mencatat sebanyak 62 pelanggaran wilayah udara yang dilakukan oleh militer Israel. Angka ini menjadi salah satu jumlah pelanggaran harian tertinggi yang tercatat sejak Juni lalu.
Data Aktivitas Militer & Diplomasi (Juni - September 2026):
| 26 Juni | Penandatanganan kesepakatan kerangka kerja gencatan senjata di Washington. |
| 6-7 Agustus | Perundingan mekanisme pelaksanaan kesepakatan di Roma. |
| Minggu (Awal Sept) | 62 pelanggaran wilayah udara Lebanon oleh IDF dalam satu hari. |
| 8 September | Pernyataan resmi PBB mengenai peningkatan aktivitas kinetik Israel. |
Nasib Kesepakatan Damai
Eskalasi ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sebelumnya telah dirintis. Pada 26 Juni, Libanon dan Israel sebenarnya telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja di Washington. Kesepakatan tersebut bertujuan untuk mengatur gencatan senjata penuh dan pemulihan kendali tentara Lebanon atas wilayah selatan, dengan syarat pelucutan senjata Hizbullah.
Meskipun perundingan lanjutan mengenai mekanisme pelaksanaan telah dilakukan di Roma pada 6-7 Agustus, situasi di lapangan menunjukkan kondisi yang berlawanan. Serangan Israel terhadap Libanon dilaporkan terus berlangsung hampir setiap hari.
Kehadiran militer Israel yang terus berlanjut di wilayah selatan Libanon tidak hanya memicu ketegangan keamanan, tetapi juga berdampak pada krisis kemanusiaan. Sebagian besar penduduk setempat dilaporkan telah terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka akibat ancaman serangan yang menetap. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)


















































