PBB Desak AS-Iran Gelar Perundingan Damai untuk Redakan Konflik

2 weeks ago 7
PBB Desak AS-Iran Gelar Perundingan Damai untuk Redakan Konflik Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.(Xinhua/Xie E)

SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mendesak penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui jalur perundingan pada Selasa (1/9). Seruan ini muncul di tengah eskalasi aksi saling serang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Melalui platform X, Guterres menekankan urgensi perdamaian yang berlandaskan hukum internasional. "Kita membutuhkan perundingan menuju perdamaian yang adil dan abadi, lebih dari sebelumnya, sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan," tulisnya.

Guterres juga menyoroti rapuhnya stabilitas di kawasan tersebut. Ia menyatakan bahwa berbagai perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara siklus serangan balasan kembali terjadi.

Eskalasi Serangan dan Ancaman Trump

Ketegangan meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Teheran melancarkan serangan balasan atas serangan AS ke wilayah Iran pada hari yang sama. Menanggapi hal tersebut, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras. Trump memperingatkan akan melancarkan serangan yang menghancurkan jika Iran terus melakukan aksi balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat.

Data Konflik dan Wilayah Terdampak:
Berdasarkan laporan lapangan, sejumlah wilayah di Iran menjadi sasaran serangan udara, termasuk:
- Pulau Qeshm dan Bandar Abbas
- Sirik, Chabahar, dan Konarak
- Bandara Jiroft di Provinsi Kerman
- Fasilitas infrastruktur dan nuklir di bawah pengawasan IAEA.

Kritik Presiden Iran di KTT SCO

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kritik tajam terhadap efektivitas PBB saat berbicara dalam pertemuan SCO+ di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgistan. Pezeshkian menegaskan bahwa PBB harus bertransformasi agar mampu menjalankan misi utamanya dalam mencegah perang.

"PBB harus berkembang menjadi lembaga yang akan lebih tepat mencerminkan realitas dunia baru dan mampu lebih efektif memenuhi misi utamanya, yakni menjaga perdamaian dan keamanan internasional," ujar Pezeshkian.

Ia juga mengecam agresi gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, termasuk serangan ke fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Pezeshkian mempertanyakan kredibilitas mekanisme internasional jika kedaulatan negara anggota tidak lagi terlindungi dari penggunaan kekuatan militer.

Pihak Posisi Utama
Sekjen PBB Mendesak perundingan damai sesuai Piagam PBB.
Presiden Iran Menuntut reformasi PBB dan perlindungan kedaulatan dari agresi.
Presiden AS Mengancam serangan balasan yang menghancurkan.

Hingga saat ini, situasi di Timur Tengah tetap tegang dengan laporan jatuhnya korban sipil, termasuk insiden di Sirik yang dilaporkan mengenai lokasi upacara pernikahan, yang memicu kemarahan diplomatik dari pihak Teheran. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |