Anggota Patroli Siaga Karhutla Gunung Tabur usai memadamkan dua hotspot di dua areal perusahaan.(Dok Polda Kaltim)
ANGGOTA Patroli Siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam rangka mengantisipasi dan mencegah meluasnya karhutla yang dilaksanakan Tim Gabungan di Kecamatan Gunung Tabur dan Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (22/8) kemarin, menemukan dua titik api atau hotspot di dua areal perusahaan.
Patroli yang beranggotakan dari personel Polsek Gunung Tabur, Koramil 0902-02/Gunung Tabur, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Berau Utara dan Manggala Agni ini, menemukan dua titik hotspot di wilayah areal PT Fuji dan PT Berau Jaya Energy (BJE) yang berada di Kampung Kasai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Berau.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, melalui Kapolsek Gunung Tabur IPTU Alan Firdaus, Selasa (25/8) menyatakan, kedua titik api tersebut terpantau memiliki ukuran kategori medium, dan langsung mendapat penanganan pemadaman dari personel gabungan Patroli Siaga Karhutla yang berpusat di Posko Siaga Karhutla Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, Berau.
“Setelah seluruh rangkaian patroli dan penanganan selesai, personel kembali ke Posko Siaga Karhutla pada pukul 17.00 Wita, untuk melaksanakan apel konsolidasi sekaligus mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan,” jelasnya.
Dikatakannya, sebelum melaksanakan patroli, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti briefing terkait tata cara penanganan karhutla. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan langkah dan memastikan kesiapan personel dalam menghadapi potensi kebakaran di wilayah yang menjadi sasaran pemantauan.
“Patroli bersama merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam mencegah serta menangani potensi karhutla sejak dini,” jelas Kapolsek.
Diterangkannya lagi, patroli ini merupakan langkah preventif untuk mendeteksi sedini mungkin adanya titik panas maupun potensi kebakaran. Sinergi antara Polri, TNI, KPHP, Manggala Agni dan seluruh elemen terkait sangat penting agar setiap kejadian dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang dan meluas.
“Patroli berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 Wita, dengan menyambangi sejumlah lokasi yang terdeteksi memiliki titik hotspot. Petugas juga melakukan penanganan terhadap kejadian karhutla yang ditemukan di lapangan guna mencegah api meluas ke area sekitarnya,” sebutnya.
Ia menegaskan, upaya pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun asap yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Penanganan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.
“Kami sampaikan selama kegiatan patroli siaga karhutla berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kami bersama unsur terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta patroli sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Berau,” pungkasnya. (EM/E-4)


















































