Palestina Desak DK PBB Lindungi Fasilitas UNRWA di Jerusalem

3 weeks ago 7
Palestina Desak DK PBB Lindungi Fasilitas UNRWA di Jerusalem Tentara Israel.(Al Jazeera)

OTORITAS Nasional Palestina mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan serangan Israel terhadap fasilitas dan institusi PBB di Jerusalem. Desakan ini bertujuan memastikan perlindungan menyeluruh terhadap infrastruktur internasional di wilayah tersebut.

Langkah diplomatik ini diambil menyusul tindakan pasukan Israel yang menyerbu dan mulai mengosongkan kompleks pusat pelatihan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di utara Jerusalem pada Selasa (25/8). Operasi pengosongan tersebut dilaporkan dihadiri langsung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, tokoh politik sayap kanan yang dikenal dengan kebijakan ekstremnya.

Dalam pernyataan resminya, Presidium Otoritas Nasional Palestina menegaskan bahwa penargetan terhadap fasilitas PBB di wilayah pendudukan, termasuk Jerusalem, merupakan pelanggaran fatal terhadap hukum internasional.

"Penargetan fasilitas dan institusi PBB di wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel, termasuk Jerusalem, mencederai kekebalan institusi internasional. Ini adalah upaya eskalasi berbahaya yang tidak dapat ditoleransi," bunyi pernyataan resmi otoritas tersebut, Kamis (27/8).

Pihak Palestina menambahkan bahwa tindakan agresif ini memperburuk situasi yang sudah sangat memanas akibat perang yang masih berkecamuk di Jalur Gaza serta meningkatnya ketegangan di Tepi Barat. Aksi pengosongan paksa ini dipandang sebagai kelanjutan dari kebijakan sistematis Israel untuk membatasi ruang gerak bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.

Sebagai catatan, pada Januari 2025, otoritas Israel mengesahkan undang-undang yang secara resmi melarang seluruh aktivitas UNRWA di wilayah pendudukan. Langkah tersebut memicu kecaman luas dari komunitas internasional karena dianggap mengancam keberlangsungan hidup jutaan pengungsi Palestina yang bergantung pada layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan pangan dari badan PBB tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |