Ilustrasi(magnific)
MASA libur sekolah menjadi momentum tepat bagi orangtua untuk membangun kedekatan sekaligus meningkatkan kesehatan buah hati. Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K), menyarankan para orangtua untuk memanfaatkan waktu luang ini dengan mengajak anak berolahraga bersama.
Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa aktivitas fisik bukan sekadar menjaga kebugaran, tetapi juga berdampak signifikan pada kemampuan interpersonal anak.
Mengutip berbagai penelitian, dr. Andi menyebutkan adanya kaitan erat antara olahraga dengan prestasi akademik, kemampuan sosialisasi, dan hubungan antarmanusia yang lebih baik.
"Bermain olahraga itu membutuhkan kedisiplinan, membutuhkan set the goal, kemudian di situ juga berkoordinasi dan teamwork. Hal ini melatih karakter anak itu sendiri, di samping tujuan utama olahraga yang memang sangat baik bagi tubuh," ujar dr. Andi di Jakarta, Selasa (8/7).
Panduan Olahraga Berdasarkan Usia
Menurut dr. Andi, pengenalan olahraga sebaiknya disesuaikan dengan tahapan pertumbuhan anak. Untuk anak di bawah usia 10 tahun, orang tua disarankan memperkenalkan berbagai jenis gerakan tanpa harus terpaku pada satu cabang olahraga tertentu agar anak dapat menikmati kesenangan dalam bergerak.
Berikut adalah panduan jenis olahraga berdasarkan kelompok usia anak:
| 3 - 6 Tahun | Permainan gerak dasar (melompat, melempar, menangkap) | Melatih kemampuan motorik |
| 7 - 12 Tahun | Bersepeda, sepak bola, bulu tangkis, basket, atletik | Pengenalan variasi gerak dan kerja sama |
| 13 - 17 Tahun | Olahraga spesifik sesuai pilihan anak | Pengembangan minat dan bakat |
Durasi Aktivitas Fisik: Anak vs Dewasa
Satu hal yang perlu dipahami orang tua adalah kebutuhan aktivitas fisik anak ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Dr. Andi merekomendasikan durasi gerak anak hingga dua kali lipat dari standar dewasa untuk mendukung kepadatan tulang dan level kebugaran yang optimal.
| Dewasa | 30 Menit per hari | 5 kali sepekan (Intensitas sedang) |
| Anak-anak | Rata-rata 60 Menit setiap hari | Intensitas sedang hingga berat |
Meski sangat dianjurkan, dr. Andi mengingatkan orang tua untuk tetap waspada terhadap faktor eksternal seperti cuaca. Mengingat kondisi cuaca yang sering kali terik, pemilihan waktu berolahraga menjadi krusial untuk menghindari kelelahan berlebih atau masalah kesehatan akibat panas matahari.
"Kalau misalnya kondisi cuaca terik atau panas, tentu saja kita harus memperhatikan kapan dan jam berapa anak kita berolahraga," pungkasnya. (Ant/Z-1)


















































