Obesitas bukan Masalah Berat Badan, melainkan Penyakit Kronis

11 hours ago 2
Obesitas bukan Masalah Berat Badan, melainkan Penyakit Kronis Ilustrasi obesitas(Magnific)

KETUA Himpunan Studi Obesitas Indonesia (Hisobi), Prof. Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa obesitas harus dipandang sebagai penyakit kronis, bukan semata persoalan penampilan atau bentuk tubuh. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, mulai dari penyakit jantung hingga kanker.

"Obesitas bukan lagi soal berat badan yang mempengaruhi bentuk badan (body shaping) yang bikin kita malu, enggak gitu, tapi obesitas adalah penyakit karena dengan obesitas kita bisa kena penyakit jantung bahkan risiko kanker," kata Prof. Dante, dikutip Minggu (5/7).

Menurut Dante, faktor genetik memiliki peran penting dalam perkembangan obesitas. Ia merujuk pada Human Genome Project yang menunjukkan bahwa terdapat pola gen tertentu yang membuat sebagian orang lebih rentan mengalami kenaikan berat badan.

"Jadi ada orang yang punya pendapat ‘ah saya minum air saja sudah gemuk’, ‘padahal saya sudah jaga-jaga makan tetap saja saya gemuk’. Nah, itu orang-orang yang menyandang gen obesitas," ujarnya.

Meski dipengaruhi faktor genetik, Dante menekankan bahwa obesitas tetap dapat dikelola melalui berbagai pendekatan terapi. Perbaikan pola makan, misalnya, dapat membantu menurunkan berat badan sekitar lima persen. Apabila disertai olahraga dan penerapan gaya hidup sehat, penurunan berat badan dapat mencapai 5–10 persen.

Di sisi lain, tindakan bedah bariatrik atau operasi untuk mengurangi penyerapan makanan disebut mampu menurunkan berat badan hingga 25–30 persen.

Di antara kedua pendekatan tersebut, menurut Dante, terapi menggunakan obat penurun berat badan berperan mengisi kesenjangan efektivitas. Obat-obatan tertentu bekerja melalui mekanisme yang memengaruhi ekspresi gen sehingga membantu mengendalikan berat badan pada pasien obesitas.

"Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen." jelasnya. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |