KEK Industropolis Batang meraih penghargaan PR of The Year 2026.(Antara)
KEK Industropolis Batang terus memperkuat citranya sebagai kawasan industri masa depan melalui strategi komunikasi korporasi yang mengedepankan inovasi, keberlanjutan, serta kontribusi terhadap masyarakat dan ekosistem industri nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dua program komunikasi, yakni The Shenzhen of Indonesia: Transforming Batang into Industrial Tech-Hub dan PRIMA (Program Rintisan Industri Masa Depan) dengan tema Communicating Resilience of the Future of Industry-Kawasan Industri Terpadu Batang. Kedua program tersebut mendapat apresiasi dalam ajang PR of The Year 2026 yang diselenggarakan SWA bersama Majalah MIX Marcom Indonesia.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap upaya kawasan dalam membangun komunikasi korporasi yang tidak hanya menyampaikan informasi mengenai perkembangan kawasan, tetapi juga memperkuat reputasi, meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, serta memperkenalkan kontribusi kawasan terhadap pertumbuhan industri nasional.
Kepala Departemen Corporate Communication & CSR KEK Industropolis Batang, Tanya Liwail Chamdy, mengatakan komunikasi korporasi memiliki peran penting dalam membangun pemahaman publik mengenai transformasi kawasan dan arah perkembangan industri ke depan.
“Bagi kami, komunikasi bukan sekadar menyampaikan apa yang dilakukan perusahaan, tetapi bagaimana membangun pemahaman, kepercayaan, dan keterhubungan dengan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, setiap program komunikasi kami upayakan untuk merepresentasikan transformasi kawasan sekaligus memberikan perspektif mengenai masa depan industri Indonesia,” ujar Tanya.
Melalui narasi The Shenzhen of Indonesia, KEK Industropolis Batang memperkenalkan visi transformasi kawasan sebagai salah satu pusat industri berbasis teknologi di Indonesia. Narasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan potensi Batang sebagai kawasan yang memiliki daya tarik investasi, dengan dukungan ekosistem industri, infrastruktur, serta konektivitas yang strategis.
Sementara itu, program PRIMA dikembangkan sebagai bagian dari upaya KEK Industropolis Batang mengomunikasikan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) kepada masyarakat dan pemangku kepentingan. Program tersebut mengangkat aspek keberlanjutan dan ketangguhan ekosistem industri sebagai bagian dari proses transformasi kawasan.
Menurut Tanya, perkembangan kawasan industri tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan investasi dan aktivitas ekonomi. Kemampuan membangun ekosistem yang berkelanjutan serta memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengukur perkembangan kawasan.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kawasan berjalan beriringan dengan keberlanjutan dan penciptaan nilai bagi masyarakat. Komunikasi menjadi jembatan untuk menyampaikan proses tersebut secara transparan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, investor, masyarakat, media, dan seluruh mitra strategis,” tambahnya.
KEK Industropolis Batang yang memiliki luas sekitar 4.300 hektare terus dikembangkan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah dan Indonesia.
Kawasan tersebut diarahkan menjadi ekosistem investasi yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan fokus pada sektor industri dan pengolahan, logistik dan distribusi, serta pariwisata.
Penghargaan dalam PR of The Year 2026 menjadi dorongan bagi KEK Industropolis Batang untuk terus mengembangkan strategi komunikasi yang relevan dengan perkembangan kawasan.
Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kawasan tersebut juga berupaya memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan sekaligus mendukung terwujudnya kawasan industri yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional. (E-3)


















































