Nihil Temuan Gas Berbahaya di Lokasi Satu Keluarga Tewas

1 hour ago 1

BADAN Geologi mengerahkan tim pemeriksa gas vulkanik di lokasi satu keluarga tewas saat berlibur di area glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pemeriksaan lapangan dengan menggunakan peralatan detektor gas itu untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar lokasi kejadian. 

“Apakah ada atau tidak indikasi faktor vulkanik yang berasal dari Gunung api Sundoro maupun gas alam yang kemungkinan berpengaruh terhadap lokasi tersebut,” kata pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya, Jumat 29 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dari hasil pengukuran konsentrasi gas yang dilakukan pada beberapa titik dalam kondisi cuaca berawan, kadar gas CO2 atau karbondioksida 0,03 persen, sementara gas beracun hidrogen sulfida (H2S), sulfur atau belerang dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) berkadar 0 part per million. “Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran,” ujar Lana.

Selain itu, vegetasi di sekitar lokasi yang ikut diamati juga dalam kondisi normal serta tidak menunjukan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya. Ada pun pada saat ini aktivitas Gunung Sundoro berada pada tingkat normal atau level I. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, satu keluarga tersebut tiba di area wisata pada Selasa, 26 Mei sekitar pukul 22.00 WIB untuk melakukan reservasi tempat. Keesokan harinya, petugas tempat wisata mendatangi lokasi untuk membersihkan area sekaligus mengingatkan waktu check out pukul 11.30Namun, tidak ada respons dari dalam ruangan. 

Pada pukul 15.45 WIB, petugas yang bernama Zaki kembali mendatangi lokasi dan mengetuk pintu. Karena tidak ada jawaban, ia membuka pintu dan menemukan keempat korban sudah dalam kondisi meninggal dengan tubuh yang telah kaku.

Di sekitar lokasi petugas menemukan peralatan barbeque serta sisa bahan makanan yang dibawa sendiri oleh para korban. Kepolisian melakukan autopsi dan pemeriksaan makanan yang dibawa korban di laboratorium forensik. 

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Temanggung Iptu Komang Mahendra Deputra mengatakan para korban berdomisili di Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Identitas mereka adalah MAM, 52 tahun; M, 43 tahun, AEH, 17 tahun; dan BAH, 21 tahun.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |