Banjir Nepal.(Al Jazeera)
PEMERINTAH Nepal akhirnya membatalkan keputusan sebelumnya dan resmi mengizinkan bantuan dari negara lain untuk operasi penyelamatan pascabanjir dahsyat yang melanda wilayah tersebut. Langkah ini diambil di tengah tekanan besar dari komunitas internasional setelah bencana tersebut menelan ratusan korban jiwa.
Melansir laporan Kathmandu Post, Sabtu (29/8/2026), seorang pejabat senior pemerintah mengungkapkan bahwa perubahan sikap ini dipicu oleh desakan negara-negara yang warga negaranya turut menjadi korban hilang dalam bencana tersebut.
Sebelumnya, pada Jumat (28/8), juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri, sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak memerlukan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, tingginya kompleksitas evakuasi mengubah kebijakan tersebut.
"Kami menerima tekanan besar dari komunitas internasional untuk mengizinkan setidaknya tim pencarian dan penyelamatan serta sejumlah ahli. Kami akhirnya mengizinkan sejumlah ahli secara terbatas di wilayah-wilayah tertentu," ujar pejabat tersebut.
Fokus pada Identifikasi Jenazah
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, menjelaskan bahwa kehadiran pakar asing sangat krusial untuk membantu tim penyelamat setempat, terutama dalam proses identifikasi jenazah. Hal ini dilakukan agar pihak berwenang dapat segera menyerahkan korban kepada keluarga masing-masing.
Hingga saat ini, sejumlah pihak seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan beberapa negara donor telah menyalurkan bantuan keuangan untuk membantu pemulihan kerusakan infrastruktur yang masif.
Penyebab Bencana: Runtuhnya Gletser
Bencana bermula pada Rabu (26/8) saat arus air yang sangat deras menghantam Sungai Bhote Koshi di wilayah pegunungan Nepal. Awalnya, banjir besar ini diduga dipicu oleh gempa bumi dan tanah longsor susulan.
Namun, berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada Kamis (27/8), aktivitas seismik yang terekam ternyata disebabkan oleh runtuhnya gletser secara masif, bukan oleh getaran tektonik di bawah tanah.
Data Korban: Berdasarkan data terbaru hingga Sabtu malam, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Nepal telah mencapai 626 orang, dengan puluhan lain masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian kini terus diintensifkan dengan melibatkan bantuan teknis internasional guna mempercepat penanganan di zona-zona terdampak paling parah. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)


















































