Muktamar ke-35 NU: Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Bangkit

3 weeks ago 29
 Presiden Prabowo Optimistis Indonesia Bangkit Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Muktamar ke-35 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026)(BPMI Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menyampaikan optimismenya bahwa Indonesia akan bangkit menjadi negara yang semakin kuat dan mandiri. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengakui bahwa Indonesia saat ini tengah menghadapi sejumlah tantangan besar. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dampak fenomena iklim El Nino yang memengaruhi ketahanan nasional, ditambah dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang kompleks.

Namun, Presiden menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam dan potensi energi yang melimpah merupakan modal kuat bagi kebangkitan bangsa. "Percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa, dan tidak akan ada yang bisa bendung kita," ujar Prabowo di hadapan para muktamirin.

Presiden memaparkan sejumlah prestasi yang telah dicapai pemerintah dalam dua tahun terakhir. Fokus utama terletak pada kedaulatan pangan dan energi untuk mengurangi ketergantungan pada pihak asing.

Sektor Capaian Detail Informasi
Swasembada Pangan Berhasil dicapai dalam kurun waktu dua tahun.
Kemandirian Energi Proses menekan ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
Makan Bergizi Gratis (MBG) Menjangkau 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Ekonomi Rakyat Pengoperasian puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden berkomitmen untuk terus memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaannya. Ia menekankan bahwa manfaat program ini harus dirasakan secara luas oleh anak-anak, ibu hamil, hingga lansia.

Komitmen Subsidi: Pemerintah memastikan penyaluran barang bersubsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih akan sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang sesuai kebijakan, guna memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pemberantasan Korupsi dan Efisiensi Anggaran

Untuk memastikan kekayaan negara benar-benar kembali ke rakyat, Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya keberanian dalam memberantas korupsi dan melakukan penghematan anggaran negara secara masif.

Langkah tegas tersebut diklaim telah membuahkan hasil nyata. Kepala Negara menyebutkan bahwa pemerintah telah berhasil mengamankan ratusan triliun rupiah dari hasil penghematan anggaran.

"Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat. Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya," pungkas Presiden Prabowo. (Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |