Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana Lebih Hemat dan Kuat Dipakai 10 Tahun?

2 weeks ago 9
Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana Lebih Hemat dan Kuat Dipakai 10 Tahun? Ilustrasi mobil listrik(ANTARA FOTO/Fauzan)

Perdebatan mengenai efisiensi antara mobil listrik (Electric Vehicle/EV) dan mobil bensin (Internal Combustion Engine/ICE) semakin memanas di pasar otomotif Indonesia. Bagi konsumen yang berencana memiliki kendaraan untuk jangka panjang, pertanyaan utamanya bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan mana yang lebih hemat dan kuat bertahan hingga 10 tahun pemakaian.

Memasuki tahun 2026, infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus berkembang, namun mobil bensin tetap memiliki basis pengguna yang loyal karena kemudahan pengisian bahan bakar. Untuk menentukan pilihan, kita perlu membedah variabel biaya dan ketahanan secara mendalam.

Perbandingan Biaya Operasional: Listrik vs Bensin

Dari sisi biaya harian, mobil listrik menawarkan keunggulan telak. Berdasarkan simulasi penggunaan rata-rata di Indonesia, biaya pengisian daya listrik jauh lebih murah dibandingkan pembelian BBM (Bahan Bakar Minyak).

  • Mobil Listrik: Untuk menempuh jarak sekitar 300-400 km, biaya pengisian daya di SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) atau di rumah berkisar antara Rp70.000 hingga Rp100.000, tergantung tarif per kWh.
  • Mobil Bensin: Dengan jarak tempuh yang sama, mobil bensin kelas low SUV atau sedan rata-rata membutuhkan biaya BBM antara Rp300.000 hingga Rp500.000 (asumsi harga BBM non-subsidi).

Dalam jangka waktu 10 tahun, akumulasi penghematan dari sektor energi ini bisa mencapai angka ratusan juta Rupiah, yang secara perlahan menutupi selisih harga beli awal mobil listrik yang cenderung lebih tinggi.

Biaya Perawatan Rutin

Mobil bensin memiliki ribuan komponen bergerak, mulai dari piston, transmisi kompleks, hingga sistem pembuangan. Hal ini memerlukan penggantian oli mesin, filter, busi, dan pembersihan sistem pembakaran secara berkala. Estimasi biaya servis rutin mobil bensin dalam 10 tahun bisa mencapai Rp20 juta hingga Rp40 juta.

Sebaliknya, mobil listrik memiliki komponen bergerak yang jauh lebih sedikit. Tidak ada ganti oli mesin atau transmisi rumit. Perawatan biasanya hanya fokus pada ban, kampas rem (yang lebih awet karena fitur regenerative braking), dan filter AC. Secara teori, biaya perawatan rutin EV bisa 50% lebih murah dibandingkan mobil bensin.

Ketahanan 10 Tahun: Mesin vs Baterai

Pertanyaan mengenai "mana yang lebih kuat" sering kali menjadi titik lemah mobil listrik di mata konsumen. Berikut adalah analisis ketahanannya:

Aspek Ketahanan Mobil Bensin (ICE) Mobil Listrik (EV)
Jantung Pacu Mesin bisa bertahan >15 tahun jika dirawat, namun performa menurun seiring usia. Motor listrik sangat awet, namun kapasitas baterai akan terdegradasi.
Risiko Kerusakan Berat Overheat, transmisi jebol, atau kebocoran oli. Penurunan kesehatan baterai (SoH) di bawah 70-80%.
Nilai Jual Kembali Cenderung stabil dan mudah diprediksi. Masih fluktuatif, sangat bergantung pada kondisi kesehatan baterai.

Mobil bensin terbukti mampu bertahan lebih dari 10 tahun dengan perbaikan besar (overhaul) yang biayanya masih terukur. Sementara itu, mobil listrik menghadapi tantangan degradasi baterai. Meskipun produsen memberikan garansi baterai rata-rata 8 tahun, setelah melewati masa itu, penggantian baterai bisa memakan biaya hingga 40-50% dari harga mobil baru.

Kesimpulan: Mana yang Lebih Hemat?

Jika Anda adalah pengguna dengan mobilitas tinggi (jarak tempuh harian >50 km), mobil listrik akan jauh lebih hemat dalam 10 tahun berkat efisiensi energi dan rendahnya biaya servis. Namun, Anda harus siap dengan risiko penurunan nilai jual kembali jika teknologi baterai berkembang terlalu cepat.

Sebaliknya, jika Anda jarang bepergian jauh dan menginginkan ketenangan pikiran terkait daya tahan komponen tanpa khawatir soal degradasi baterai, mobil bensin tetap menjadi pilihan yang lebih "aman" secara psikologis untuk pemakaian satu dekade penuh.

Data biaya operasional dan harga dapat bervariasi tergantung pada kebijakan pemerintah mengenai subsidi energi dan pajak kendaraan di wilayah masing-masing. Pastikan mengecek garansi baterai dari APM sebelum memutuskan membeli mobil listrik. (Z-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |